KEDIRI, Tandaglobal.news — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi bagian dari kehidupan pelajar.
Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk mencari informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dan pengembangan ide.
Pemahaman mengenai pemanfaatan AI tersebut diperkenalkan kepada siswa-siswi SMA, SMK, dan MA di wilayah hukum Polres Kediri melalui kegiatan sosialisasi pembelajaran paham AI dari Cabang Dinas Pendidikan.
Kegiatan kali ini berlangsung di SMAN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Kamis (3/9/2026).
Polres Kediri turut mendukung kegiatan tersebut dengan menerjunkan personel dari Satlantas, Satbinmas, dan Bag SDM.
Keterlibatan sejumlah fungsi kepolisian ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, pelajar dikenalkan pada berbagai potensi pemanfaatan AI dalam kegiatan belajar.
Mulai dari mencari referensi, mengembangkan gagasan, membantu memahami materi pelajaran hingga mengeksplorasi pengetahuan dari berbagai sumber.
Namun, kemudahan teknologi juga perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi.
Pelajar diingatkan agar tidak menjadikan hasil AI sebagai satu-satunya rujukan tanpa melakukan pengecekan dan memahami informasi yang diperoleh.
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kabag SDM Polres Kediri Kompol Eko P. Sanosin, S.H. mengatakan, perkembangan AI perlu diikuti dengan kemampuan pelajar dalam menggunakan teknologi secara tepat.
“AI bisa membantu pelajar belajar lebih cepat dan menemukan banyak referensi. Tetapi tetap harus dipahami apa yang digunakan dan dari mana informasinya berasal,” ujar Kompol Eko.
Menurutnya, kemampuan memahami sekaligus menyaring informasi merupakan bagian penting dari literasi digital.
Terlebih, perkembangan teknologi berlangsung cepat dan semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pengenalan AI kepada pelajar diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran mengenai batasan dan tanggung jawab dalam pemanfaatannya.
“Pelajar perlu memiliki ruang untuk mengenal teknologi sekaligus memahami batas penggunaan yang tepat,” pungkasnya.
Dengan pemahaman tersebut, pelajar diharapkan mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, tanpa mengesampingkan proses belajar serta kemampuan berpikir secara mandiri.




















Tinggalkan Balasan