Warga Antusias Ikuti Skrining TBC dan Rontgen Dada Gratis di Balai Desa Sekoto

Warga menunggu giliran mengikuti skrining TBC dan pemeriksaan rontgen dada gratis di Balai Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Rabu (8/7/2026).
(Dok. TGN/Roni Ardiansyah)

Tandaglobal.news | KEDIRI – Ratusan warga memanfaatkan layanan pemeriksaan rontgen dada (thorax) dan skrining Tuberkulosis (TBC) gratis yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Badas di Balai Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Rabu (8/7/2026). Program ini mendapat sambutan positif karena dinilai mampu mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.

Sejak pagi, warga berdatangan ke lokasi untuk mengikuti pemeriksaan. Selain memberikan layanan rontgen dada secara gratis, kegiatan ini juga bertujuan mendeteksi dini penyakit TBC, khususnya bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi.

Salah seorang peserta, Siti, warga Desa Sekoto, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan seperti rontgen dada biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika dilakukan secara mandiri.

“Alhamdulillah sangat membantu masyarakat. Kalau periksa sendiri tentu biayanya cukup mahal. Dengan adanya layanan gratis ini kami jadi lebih tenang untuk mengetahui kondisi kesehatan paru-paru,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi lokasi kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Sekoto karena mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan demikian, warga tidak perlu pergi ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang letaknya lebih jauh.

Selain itu, sistem pendaftaran yang dilakukan melalui kader desa dinilai memudahkan masyarakat. Pendataan menjadi lebih tertib dan membantu warga yang belum memahami prosedur administrasi pelayanan kesehatan.

Persyaratan yang sederhana juga menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan kegiatan ini. Peserta hanya diminta membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat mengikuti pemeriksaan.

Program skrining ini menyasar masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti perokok aktif, penderita diabetes melitus, warga yang mengalami batuk berkepanjangan, kontak erat pasien TBC, hingga orang tua dari anak dengan masalah gizi. Melalui deteksi dini, diharapkan penanganan penyakit dapat dilakukan lebih cepat sehingga mampu menekan penyebaran TBC di masyarakat.

Baca Juga  Wisata Gunung Kelud Tetap Diminati, Keindahan Alam Jadi Daya Tarik Utama

Kepala UPTD Puskesmas Badas, dr. Rina Kusumawardani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan penemuan kasus TBC secara dini sekaligus memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah kepada masyarakat.

“Kami berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penularan TBC bisa ditekan,” jelasnya.

Warga berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala sehingga masyarakat dapat terus memantau kondisi kesehatannya tanpa terkendala biaya maupun akses pelayanan.


Penulis: Roni Ardiansyah

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *