Wapresma Trisakti Kaitkan Tritura dengan Dampak Ekonomi dan Evaluasi MBG

Wakil Presiden Mahasiswa Trisakti, Muhammad Putra, saat diwawacarai oleh wartawan ditengah aksi demonstrasi.
(Foto: Dok. KompasTV)

Tandaglobal.news | JAKARTA – Di tengah aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti di depan Gedung DPR RI, Jumat (19/6/2026), Wakil Presiden Mahasiswa Trisakti, Muhammad Putra, menegaskan bahwa tuntutan yang dibawa bukan sekadar simbolik, melainkan berangkat dari kondisi nyata yang dirasakan masyarakat.

Aksi tersebut mengusung Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat yang mencakup pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat negara, serta pengembalian supremasi sipil. Menurut Putra, ketiga tuntutan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan situasi yang tengah dihadapi masyarakat saat ini.

Kami menuntut pemerintah dan legislatif untuk memulihkan ekonomi dan politik nasional,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran langsung Kompas.com.

Ia menilai berbagai kebijakan pemerintah saat ini belum berjalan optimal dan justru memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Hal tersebut, kata dia, terlihat dari kenaikan harga bahan pokok yang semakin dirasakan di berbagai daerah.

Selain itu, Putra juga menyoroti kebijakan di sektor energi yang dinilai turut memberikan tekanan tambahan bagi masyarakat. Ia menyebut perubahan kebijakan terkait bahan bakar membuat masyarakat harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak selalu stabil.

Menurutnya, situasi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang diambil pemerintah, terutama yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dalam aksi tersebut, Putra juga menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu perhatian mahasiswa.

“Program tersebut perlu dievaluasi secara total karena belum menunjukkan dampak signifikan,” katanya.

Ia menilai program berskala nasional seharusnya melalui tahapan uji coba (pilot project) sebelum diterapkan secara luas. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan program berjalan efektif serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Putra menekankan bahwa komunikasi publik pemerintah juga perlu diperbaiki. Ia menilai penyampaian informasi yang kurang tepat dapat memicu kesalahpahaman dan meningkatkan ketidakpuasan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Aksi Damai Soal Galian Tanah, PUTR Gunungsitoli Tegaskan Sudah Keluarkan Surat Himbauan

Dalam konteks aksi di DPR RI, mahasiswa juga menyoroti pentingnya menjaga dan memperkuat supremasi sipil. Menurut Putra, ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi harus tetap dijamin dan dilindungi.

Kami melihat supremasi sipil saat ini melemah dan perlu dikembalikan, tegasnya.

Ia berharap aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Trisakti ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan DPR untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang dinilai belum tepat sasaran.

Selain itu, ia juga mendorong agar pemerintah lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan, serta memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.


Sumber: Rekaman siaran langsung Kompas.com, Jumat (19/6/2026).

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *