Prabowo Tanggapi Kritik Media Asing: Kritik Bagian Demokrasi, Ekonomi RI Tetap Kuat

Tandaglobal.news | JakartaPresiden Prabowo Subianto menyampaikan tanggapan resmi terhadap sejumlah kritik yang disampaikan media asing mengenai kondisi perekonomian dan kebijakan pemerintah Indonesia. Jawaban ini disampaikan setelah majalah The Economist memuat artikel berjudul “Archipelagoing Fast” pada 16 Mei 2026 yang kemudian menjadi perbincangan luas.

Kepala Negara menegaskan bahwa kritik merupakan hal yang wajar dan penting dalam menjalankan sistem demokrasi. Menurutnya, pengalaman puluhan tahun di dunia militer, publik, dan politik membuatnya memahami makna mendalam dari masukan tersebut. Ia juga menekankan bahwa setiap penilaian harus didasarkan pada fakta, capaian nyata, serta kondisi riil yang dihadapi masyarakat.

“Kritik bisa dihindari hanya jika kita diam saja, tidak berbuat apa-apa, dan tidak menjadi siapa-siapa. Saya selalu mencermati setiap masukan, lalu menilainya berdasarkan bukti dan kenyataan di lapangan. Demokrasi memang tidak sempurna, tapi tetap sistem terbaik yang kita miliki,” ujar Prabowo Subianto.

Presiden menjelaskan bahwa program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan kebijakan ekstrem, melainkan upaya mengatasi tantangan gizi nasional yang sudah diterapkan lebih dari 100 negara lain. Selain itu, pemerintah juga menjalankan perbaikan layanan kesehatan, pembangunan Sekolah Rakyat, hingga pembentukan Danantara untuk memperkuat ketahanan ekonomi jangka panjang.

Ia juga menegaskan kondisi fiskal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik di antara negara-negara G20. Defisit anggaran dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB, rasio utang lebih rendah dibanding negara maju, pemerintah memangkas belanja tidak efisien hingga Rp300 triliun, serta mendorong kemandirian energi melalui biodiesel B50 dan pengembangan kendaraan listrik.

Sumber : CNNIndonesia

administrator

    Related Articles

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *