
(foto: screenshot video tiktok @pt.task1)
TandaGlobal.news | PALANGKARAYA — Sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia kini tengah mengalami transformasi digital besar-besaran. Tidak lagi identik dengan pencatatan manual yang rentan kesalahan, PT Best Agro International, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkembang pesat di Kalimantan Tengah sejak tahun 1995, terus membuktikan komitmennya untuk berinovasi demi menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi industri maupun para pekerjanya.
Salah satu terobosan terbaru yang kini mulai diimplementasikan di unit-unit kebunnya (termasuk PT. TASK 1) adalah integrasi sistem Absensi Pengenalan Wajah (Face Recognition) yang terhubung langsung dengan aplikasi pelaporan hasil panen digital secara real-time.
Memangkas Birokrasi Lapangan dengan Kecerdasan Buatan

Jika dahulu mandor dan pemanen harus mencatat hasil janjang sawit di buku saku yang rawan rusak atau hilang, kini seluruh proses tersebut beralih ke genggaman smartphone.
Di koridor-koridor blok perkebunan, petugas lapangan cukup mengarahkan kamera ponsel ke wajah para pekerja setelah hari kerja usai. Dalam hitungan detik, sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) akan memverifikasi identitas mereka. Menariknya, aplikasi ini juga dilengkapi fitur text-to-speech yang langsung membacakan capaian kerja hari itu secara transparan di depan karyawan.
Sebagai contoh, sistem secara otomatis akan mengumumkan data visual dan suara seperti:
“Nama Karyawan: Misdi, Jabatan: Mandor Panen. Panen di 2 blok. Total 146 janjang, dan 20 kilogram brondolan estimasi.”
Komitmen Inovasi Demi Kesejahteraan Karyawan
Penerapan teknologi pelaporan digital di sektor hulu perkebunan ini membawa dampak positif yang signifikan bagi kedua belah pihak:
- Transparansi Gaji & Premi: Pekerja seperti pemanen dan mandor langsung mengetahui jumlah pasti janjang serta brondolan sawit yang mereka kumpulkan hari itu. Hal ini menutup ruang bagi perselisihan atau salah hitung terkait bonus (premi) panen.
- Akurasi Data Mutlak: Verifikasi biometrik wajah menutup celah adanya kecurangan absensi (titip absen) di area perkebunan yang sangat luas.
- Efisiensi Logistik: Data hasil panen dari pelosok kebun langsung terkirim ke server pusat (cloud). Manajemen dapat memantau produktivitas blok kebun secara presisi dan langsung mengatur pergerakan truk pengangkut ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan lebih cepat.
Langkah Nyata Menuju Perkebunan Modern

Langkah digitalisasi yang dilakukan oleh PT Best Agro International ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi tinggi tidak lagi hanya milik industri perkotaan atau manufaktur maju, melainkan sudah menjadi motor penggerak utama di tengah rimbunnya perkebunan kelapa sawit Nusantara.
Dengan terus berinovasi sejak 1995, PT Best Agro International tidak hanya fokus pada peningkatan produksi nasional, tetapi juga memodernisasi tata kelola kerja lapangan agar menjadi lebih humanis, transparan, dan menyejahterakan seluruh lini karyawannya.