
Tandaglobalnews KEDIRI – Candi Tegowangi di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, terus menarik minat wisatawan dan pelajar sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengunjung cenderung mengalami peningkatan seiring semakin dikenalnya situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut.
Juru pelihara sekaligus koordinator situs Candi Tegowangi, Imam Maliki, mengatakan bahwa tugas utamanya adalah merawat cagar budaya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar candi, serta memberikan pelayanan kepada para pengunjung yang datang.
“Selain merawat bangunan cagar budaya, kami juga menjaga kebersihan area candi dan melayani kebutuhan pengunjung yang datang ke sini,” ujar Imam Maliki.
Menurutnya, sebagian besar pengunjung yang datang merupakan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Tidak hanya itu, mahasiswa dan wisatawan umum dari berbagai daerah juga kerap berkunjung untuk mempelajari sejarah Candi Tegowangi.
“Mayoritas pengunjung adalah pelajar yang datang untuk kegiatan pembelajaran sejarah. Selain itu ada mahasiswa dan pengunjung umum dari luar daerah, bahkan ada yang datang dari Yogyakarta,” jelasnya.
Salah satu daya tarik Candi Tegowangi adalah akses kunjungan yang tidak dipungut biaya. Pengunjung dapat menikmati situs bersejarah tersebut secara gratis. Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, pengelola juga menyediakan sejumlah fasilitas seperti tempat salat dan pendopo yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat.
Dari sisi sejarah, Candi Tegowangi diperkirakan dibangun sekitar tahun 1400 Masehi pada masa Kerajaan Majapahit. Candi ini dikenal sebagai tempat pendharmaan Bre Matahun, salah satu tokoh penting pada masa kerajaan tersebut.
Seiring perkembangan zaman, fungsi kawasan Candi Tegowangi juga semakin terbuka bagi masyarakat. Selain menjadi tujuan wisata sejarah dan edukasi, lokasi ini kini kerap digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan.
Imam menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di kawasan candi tidak terbatas pada kelompok atau agama tertentu. Semua masyarakat dapat memanfaatkan kawasan tersebut selama tetap menjaga kelestarian situs cagar budaya.
“Kami terbuka untuk berbagai kegiatan masyarakat dan acara keagamaan. Yang terpenting adalah tetap menjaga dan menghormati nilai sejarah serta kelestarian candi,” katanya.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan semakin beragamnya kegiatan yang diselenggarakan, Candi Tegowangi diharapkan dapat terus menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kabupaten Kediri sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya bangsa.