


Tandaglobal.news | Kediri — Atlet panjat tebing asal Kota Kediri, Putra Tri Ramadani, kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan kembali mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Bekasi sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games sekaligus target jangka panjang tampil pada Olimpiade Los Angeles 2028.
Meski baru saja meraih dua prestasi besar di ajang dunia, Putra mengaku tidak ingin cepat berpuas diri.
Atlet yang kini menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut langsung membidik target berikutnya, yakni meraih medali emas pada Asian Games yang akan digelar di Jepang.
Prestasi yang diraih Putra dalam beberapa bulan terakhir menjadi catatan penting bagi panjat tebing Indonesia.
Ia mencetak sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas nomor lead pada World Climbing Series seri Praha 2026 di Republik Ceko.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu bersaing di nomor speed, tetapi juga mulai diperhitungkan pada nomor lead di level dunia.
Capaian itu turut mengangkat posisi Putra di peringkat dunia. Berdasarkan data Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan International Federation of Sport Climbing (IFSC), atlet asal Jawa Timur tersebut sempat menempati peringkat kedua dunia sementara nomor lead World Climbing Series 2026 setelah mengumpulkan poin dari seri Wujiang, China, dan Praha, Ceko.
“Target terdekat adalah Asian Games di Jepang akhir September nanti. Setelah ini saya kembali menjalani Pelatnas di Bekasi. Target jangka panjang saya tentu bisa tampil di Olimpiade Los Angeles 2028,” katanya, Jumat (17/7/2026).
Menghadapi persaingan di level Asia, Putra mengaku akan menghadapi lawan-lawan tangguh dari China, Korea Selatan, dan Jepang.
Menurutnya, babak semifinal menjadi fase paling menantang dalam setiap kompetisi karena tingkat kesulitan jalur yang lebih tinggi.
Di sela kepulangannya ke Kota Kediri, Putra juga menyempatkan diri bertemu dengan atlet-atlet muda panjat tebing untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan motivasi.
Putra turut menyoroti kondisi fasilitas latihan panjat tebing di Kota Kediri yang menurutnya masih perlu mendapat perhatian lebih, terutama dari aspek keamanan.
Ia menilai faktor keamanan dan keselamatan harus benar-benar diperhatikan karena olahraga panjat tebing memiliki risiko tinggi.
“Semoga fasilitas dinding panjat di Kota Kediri bisa diperbaiki agar atlet-atlet daerah semakin semangat berlatih,” ungkap Putra.




















Tinggalkan Balasan