
Tandaglobal.news | Jakarta – Ketika permintaan sepeda motor dari pasar luar negeri mulai melemah, pasar domestik justru menjadi penyangga industri roda dua nasional. Penjualan di dalam negeri meningkat sepanjang Juni 2026, sementara ekspor motor buatan Indonesia mengalami koreksi setelah mencatat tren positif pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor di pasar domestik mencapai 515.136 unit pada Juni 2026. Angka tersebut naik sekitar 7,45 persen dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebanyak 479.388 unit, menandakan permintaan masyarakat terhadap kendaraan roda dua masih terjaga.
Kenaikan penjualan domestik menjadi kabar positif bagi produsen di tengah perlambatan pasar ekspor. Permintaan dari dalam negeri dinilai mampu membantu menjaga tingkat produksi pabrikan sekaligus menopang aktivitas industri otomotif nasional saat kondisi perdagangan global masih dibayangi berbagai tantangan.
Di sisi lain, kinerja ekspor mengalami penurunan pada hampir seluruh kategori. Pengiriman sepeda motor dalam kondisi utuh atau Completely Built Up (CBU) tercatat sebanyak 50.067 unit pada Juni 2026, turun dari 54.759 unit pada Mei atau sekitar 8,56 persen.
Penurunan juga terjadi pada ekspor Completely Knock Down (CKD). Volume pengiriman turun dari 697.614 unit menjadi 644.402 unit, atau menyusut sekitar 7,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, ekspor komponen atau Part by Part ikut melemah. Pada Juni 2026, pengiriman komponen tercatat 14.932.577 unit, turun sekitar 9,92 persen dibandingkan Mei yang mencapai 16.577.672 unit.
Meski demikian, pelemahan secara bulanan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ekspor sepanjang tahun. Data AISI menunjukkan ekspor motor CBU pada Juni 2026 masih tumbuh sekitar 8,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, ekspor CKD masih mencatat penurunan sekitar 14,83 persen secara tahunan.
Jika melihat kinerja selama enam bulan pertama 2026, industri sepeda motor nasional masih mencatat capaian yang cukup solid. Penjualan domestik sepanjang Januari hingga Juni mencapai 3.129.587 unit, sedangkan ekspor motor CBU mencapai 316.819 unit dan ekspor CKD sebanyak 3.863.794 unit.
Perbedaan tren antara pasar domestik dan ekspor menunjukkan bahwa industri sepeda motor Indonesia saat ini memiliki dua penopang dengan karakteristik berbeda. Ketika permintaan dari sejumlah negara tujuan ekspor melemah, konsumsi masyarakat di dalam negeri tetap memberikan kontribusi besar terhadap keberlangsungan produksi.
Perlambatan ekspor diperkirakan berkaitan dengan kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, disertai ketidakpastian geopolitik dan penyesuaian permintaan di sejumlah pasar tujuan ekspor. Faktor-faktor tersebut membuat aktivitas perdagangan internasional, termasuk pengiriman kendaraan bermotor, masih menghadapi tantangan.
Dengan tren penjualan domestik yang terus menguat, industri sepeda motor nasional memiliki peluang mempertahankan kinerja positif pada paruh kedua 2026. Apabila permintaan dari pasar ekspor kembali meningkat seiring membaiknya kondisi perdagangan dunia, sektor otomotif Indonesia berpotensi mencatat pertumbuhan yang lebih baik hingga akhir tahun.