Jetour T1 Kantongi 800 SPK dalam Sebulan, Varian Hybrid Jadi Primadona Konsumen

Jetour T1 i-DM dipamerkan saat peluncuran di Indonesia. Model ini diklaim telah membukukan sekitar 800 SPK dalam waktu satu bulan. (Dok. Istimewa)

Tandaglobal.news | JakartaPT Jetour Motor Indonesia mengklaim telah mengantongi sekitar 800 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Jetour T1 hanya dalam waktu sekitar satu bulan sejak SUV bergaya Urban Adventure tersebut resmi dipasarkan di Indonesia. Capaian itu sekaligus membuat kuota harga perkenalan untuk 1.000 konsumen pertama hampir habis.

Sales Director PT Jetour Motor Indonesia, Michael Budihardja, mengatakan respons pasar terhadap Jetour T1 melampaui ekspektasi perusahaan sejak peluncuran perdananya.

“Antusiasme masyarakat terhadap Jetour T1 telah melampaui ekspektasi kami. Dalam waktu sekitar satu bulan sejak peluncuran, kami telah mencatat sekitar 800 SPK,” ujar Michael dalam keterangan resminya.

Dari total pemesanan tersebut, mayoritas konsumen memilih varian Jetour T1 i-DM yang mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Menurut Michael, tingginya minat terhadap varian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi elektrifikasi yang mampu menawarkan efisiensi sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, varian bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) tetap mendapat respons positif, terutama dari konsumen yang mengutamakan kemudahan penggunaan sehari-hari tanpa perlu bergantung pada fasilitas pengisian daya.

Seiring tingginya permintaan, program harga khusus yang disiapkan bagi 1.000 pembeli pertama kini hanya menyisakan sekitar 200 unit. Artinya, sekitar 80 persen kuota promosi telah terserap pasar.

Dalam program tersebut, Jetour menawarkan harga perkenalan Rp388 juta untuk varian T1 ICE dan Rp538 juta untuk varian T1 i-DM. Setelah kuota promosi habis, harga normal masing-masing model akan menjadi Rp408 juta dan Rp558 juta.

Dari sisi teknologi, Jetour T1 i-DM dibekali mesin ACTECO 1.5 TGDI yang dipadukan dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) serta baterai lithium ferro phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh. Berdasarkan klaim pabrikan, kombinasi tersebut memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga sekitar 100 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle (WLTC). Kendaraan ini juga telah mendukung pengisian daya cepat (fast charging) untuk mempercepat proses pengisian baterai.

Baca Juga  Pabrik Cikarang Jadi Andalan, Wuling Produksi 200.000 Unit untuk Pasar Domestik dan Ekspor

Selain menawarkan teknologi elektrifikasi, Jetour turut memberikan berbagai layanan purna jual sebagai nilai tambah bagi konsumen. Untuk varian i-DM, perusahaan menyediakan garansi baterai hingga delapan tahun, disertai garansi kendaraan dan program servis gratis sesuai ketentuan yang berlaku.

Pencapaian 800 SPK dalam waktu relatif singkat memperlihatkan meningkatnya minat pasar Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi, khususnya segmen plug-in hybrid. Berbeda dengan kendaraan listrik murni, teknologi PHEV menawarkan kombinasi penggunaan tenaga listrik untuk mobilitas harian serta mesin bensin sebagai penunjang perjalanan jarak jauh, sehingga dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan sebagian konsumen di Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pengisian daya.

Keberhasilan Jetour T1 juga memperlihatkan semakin ketatnya persaingan di segmen SUV elektrifikasi di Tanah Air. Sejumlah produsen kini berlomba menghadirkan model hybrid maupun plug-in hybrid sebagai alternatif bagi konsumen yang menginginkan kendaraan lebih hemat energi tanpa mengorbankan fleksibilitas penggunaan.

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *