Kediri Dipilih Jadi Lokasi Perdana Peluncuran Benih Jagung P55 MEMP55ONA

Petani memanen jagung hibrida P55 MEMP55ONA saat kegiatan panen perdana di Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Sabtu (27/6/2026). Varietas baru tersebut diperkenalkan sebagai salah satu inovasi benih jagung untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian. (Foto: Dok.TGN/Wildan Wahid Hasyim)

Tandaglobal.news | KEDIRI – Kabupaten Kediri kembali menjadi sorotan di sektor pertanian nasional. Daerah ini dipilih sebagai lokasi perdana peluncuran benih jagung hibrida P55 MEMP55ONA dari Pioneer, sebuah inovasi yang diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Peluncuran yang berlangsung di wilayah Kecamatan Papar tersebut sekaligus dirangkai dengan kegiatan panen perdana sebagai bentuk pembuktian performa varietas baru di lahan pertanian. Kehadiran benih unggul ini menjadi salah satu upaya menghadirkan solusi budidaya yang lebih adaptif terhadap tantangan pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga ancaman Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Melalui publikasi resminya, Corteva Agriscience Indonesia menyebut P55 MEMP55ONA resmi diluncurkan langsung dari Kediri sebagai bagian dari perjalanan inovasi Pioneer yang telah memasuki usia 100 tahun. Sebelum diperkenalkan kepada petani, varietas tersebut telah melalui serangkaian uji coba di berbagai kondisi lahan dan cuaca.

Varietas P55 MEMP55ONA mengusung konsep THR (Tangguh, Handal, Responsif). Benih ini dirancang memiliki ketahanan terhadap sejumlah penyakit penting pada tanaman jagung, mampu beradaptasi di berbagai kondisi lahan dataran rendah, serta memiliki pertumbuhan yang seragam guna mendukung hasil panen yang optimal.

Pemilihan Kediri sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur, sehingga dinilai representatif untuk memperkenalkan inovasi benih kepada petani. Bahkan sebelum peluncuran, Pioneer juga mengajak petani Kediri menjadi yang pertama mengenal dan menanam varietas baru tersebut melalui serangkaian kegiatan demonstrasi di lapangan.

Di Desa Tanon, Kecamatan Papar, upaya menjaga produktivitas jagung juga mendapat dukungan melalui pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Tanon, Polsek Papar, Polres Kediri, Aipda Wijianto. Pada Sabtu (27/6/2026), ia turun langsung ke lahan pertanian untuk berdiskusi dengan kelompok tani sekaligus memantau kondisi tanaman jagung yang tengah dibudidayakan.

Baca Juga  Sumber Ayu Tirta Amerta, Mata Air Legendaris yang Dikaitkan dengan Kesaktian Adipati Pancar

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kapolsek Papar Kompol Sriati mengatakan setiap kendala yang muncul di lahan pertanian harus segera diidentifikasi agar tidak berdampak terhadap hasil panen.

“Setiap kendala yang muncul di lahan harus segera diidentifikasi agar dapat ditangani lebih cepat dan tidak berdampak terhadap hasil panen,” ujarnya.

Menurut Kompol Sriati, sinergi antara petani, penyuluh pertanian, dan aparat kepolisian menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas lahan.

“Kolaborasi di tingkat desa menjadi kunci untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi petani. Dengan sinergi yang kuat, produktivitas lahan dapat terus terjaga,” tambahnya.

Kehadiran varietas jagung hibrida baru yang didukung pendampingan kepada petani diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam meningkatkan hasil produksi jagung di Kabupaten Kediri. Inovasi benih, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.


Jurnalis: Wildan Wahid Hasyim

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *