Transliteria hingga Doorprize Sepeda Kayuh Meriahkan Penutupan Festival Literasi Kota Kediri

Stan buku yang bisa dipilih pengunjung di Festival Literasi Kota Kediri yang berlangsung di Gor Jayabaya pada hari Sabtu (27/06/2026).
(Foto: Dok.TGN/Maulana Rahmadha)

Tandaglobal.news | KEDIRI – Beragam agenda menarik telah disiapkan untuk menutup rangkaian Festival Literasi Kota Kediri 2026 yang digelar di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Sabtu (27/6/2026). Mulai dari program Transliteria, layanan potong rambut gratis dengan donasi buku, hingga pengundian berbagai hadiah menarik akan menjadi penanda berakhirnya festival yang telah berlangsung selama hampir tiga pekan tersebut.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Adi Wicaksono, mengatakan salah satu agenda unggulan pada hari penutupan adalah program Transliteria. Program ini merupakan inovasi Disarpus Kota Kediri yang mengajak masyarakat, khususnya para pembaca, untuk berkeliling kota menggunakan bus sambil membaca dan membedah buku.

Pada penutupan festival kali ini, peserta Transliteria dijadwalkan singgah di GOR Jayabaya untuk menikmati bursa buku murah yang masih dibuka hingga hari terakhir penyelenggaraan. Selain itu, para peserta juga akan mengikuti pemutaran video karya Gus Barok berjudul “1000 Tahun Kota Kediri” sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sejarah daerah kepada masyarakat.

“Program Transliteria kami hadirkan sebagai ruang literasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Peserta yang naik bus akan datang ke lokasi festival, menikmati bursa buku, sekaligus menyaksikan pemutaran video ‘1000 Tahun Kota Kediri’ karya Gus Barok,” ujar Adi Wicaksono, Sabtu (27/6/2026).

Selain menghadirkan berbagai program literasi, Disarpus Kota Kediri juga kembali membuka layanan Barber Shop Free atau potong rambut gratis bagi masyarakat umum. Layanan tersebut tidak dipungut biaya, melainkan menggunakan sistem donasi buku sebagai bentuk partisipasi pengunjung dalam mendukung gerakan literasi.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan tersebut cukup membawa satu buku yang masih layak baca untuk disumbangkan kepada perpustakaan. Buku-buku yang terkumpul nantinya akan didistribusikan ke berbagai fasilitas publik, seperti rumah sakit, stasiun, terminal, maupun titik layanan baca lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat lebih luas.

Baca Juga  Jadi Andalan Selama Dua Musim, Persik Kediri Resmi Berpisah dengan Leonardo Navacchio

Panitia juga menyiapkan doorprize bagi para pengunjung yang hadir pada acara penutupan. Pengunjung cukup melakukan pemindaian kode QR yang tersedia di lokasi agar namanya tercatat dalam sistem pengundian hadiah.

Hadiah utama yang disiapkan panitia berupa sepeda kayuh yang selaras dengan semangat green era. Selain hadiah utama tersebut, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik lainnya untuk menambah semarak penutupan festival.

“Festival literasi tahun ini merupakan kali pertama digelar dengan konsep yang lebih luas dan melibatkan banyak kegiatan. Harapannya, antusiasme masyarakat yang tinggi bisa menjadi motivasi agar kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang,” tambah Adi.

Adi menjelaskan, pada tahun sebelumnya kegiatan literasi yang digelar Pemerintah Kota Kediri masih terbatas pada lomba bertutur. Sementara pada tahun ini, cakupan kegiatan diperluas dengan menghadirkan bursa buku murah, edukasi literasi keuangan, kompetisi kreatif, hingga berbagai program interaktif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Dengan beragam agenda yang telah disiapkan, Disarpus Kota Kediri berharap penutupan Festival Literasi Kota Kediri 2026 dapat menjadi momentum untuk semakin menumbuhkan budaya membaca sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Kota Kediri dan sekitarnya.


Jurnalis: Maulana Rahmadha

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *