Wajah Mirip DPO Kasus Bandung, Pria Asal Soreang Jadi Korban Salah Sasaran Warganet

Aditya Pratama Putra (Tangkapan layar instagram).

TandaGlobalNews | Jakarta – Ramainya perburuan terhadap Taufik Hidayat, tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus penyekapan dan penganiayaan seorang perempuan di Bandung, ternyata memunculkan dampak lain. Seorang pria asal Soreang, Kabupaten Bandung, mengaku menjadi korban salah sasaran setelah wajahnya dianggap mirip dengan buronan yang sedang dicari polisi.

Pria tersebut mendadak menjadi sorotan di media sosial setelah foto dan videonya beredar luas. Sejumlah netizen menuding dirinya sebagai Taufik Hidayat yang kini diburu aparat penegak hukum terkait kasus kekerasan terhadap perempuan yang menggemparkan publik dalam beberapa hari terakhir.

Merasa dirugikan, pria tersebut kemudian membuat video klarifikasi untuk menegaskan bahwa dirinya bukan orang yang sedang dicari oleh kepolisian. Dalam video yang beredar, ia menjelaskan bahwa dirinya merupakan warga Soreang dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan kasus yang sedang ramai diperbincangkan.

Viral Karena Kemiripan Wajah

Kasus ini bermula ketika foto-foto buronan Taufik Hidayat tersebar luas di berbagai platform media sosial. Di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap kasus tersebut, sebagian pengguna internet mulai membandingkan foto DPO dengan foto pria lain yang dianggap memiliki kemiripan wajah.

Akibatnya, pria yang tidak terkait dengan perkara tersebut menerima berbagai komentar negatif hingga pesan bernada tuduhan. Ia pun merasa perlu memberikan penjelasan langsung agar tidak terus menjadi sasaran kemarahan publik yang salah alamat.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana penyebaran informasi yang sangat cepat di media sosial dapat memicu kesalahpahaman, terutama ketika identitas seseorang belum dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang.

Polisi Minta Masyarakat Tidak Bertindak Sembarangan

Sementara itu, Taufik Hidayat masih berstatus DPO dan tengah diburu oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. Aparat meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan tersangka untuk melaporkannya kepada pihak berwenang dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi merugikan orang lain.

Baca Juga  Piton Muncul dari Kloset, Pria Malaysia Jadi Korban

Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat membagikan informasi di media sosial serta memastikan kebenaran identitas seseorang sebelum menyebarkan tuduhan yang dapat berdampak pada nama baik pihak yang tidak terkait.

Kasus salah sasaran ini menjadi pengingat bahwa partisipasi publik dalam membantu penegakan hukum perlu dilakukan secara bijak dan berdasarkan informasi yang telah terverifikasi, agar tidak menimbulkan korban baru di tengah proses pencarian tersangka yang sesungguhnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *