
Tandaglobal.news | Jakarta, Jakarta, 13 Juni 2026 – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuatnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pemerataan akses pendidikan yang menyeluruh, mulai dari perbaikan fasilitas pendidikan, perluasan jangkauan Sekolah Rakyat, hingga menghadirkan dan mengintegrasikan teknologi pembelajaran digital di seluruh satuan pendidikan yang ada di Indonesia.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri rangkaian kegiatan penting di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut meliputi panen raya jagung serentak kuartal II, peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan milik Polri, serta peresmian operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah hak seluruh rakyat, terutama bagi mereka yang berada di lapisan masyarakat paling bawah.
“Kita bertekad untuk memperbaiki seluruh sekolah di Indonesia demi masa depan anak-anak rakyat kita. Kita memiliki tekad kuat agar semua anak, termasuk anak-anak dari kalangan orang yang paling lemah dan kurang mampu, bisa bersekolah dengan fasilitas yang baik dan layak. Salah satu wujud nyatanya adalah kita bangun Sekolah Rakyat. Kalau tidak salah, di Tuban ini sudah ada Sekolah Rakyat yang beroperasi. Ke depannya, jumlahnya akan terus kita tingkatkan serta kita perbaiki dan tingkatkan kemampuannya agar semakin bermanfaat,” tegas Prabowo di hadapan masyarakat dan pejabat yang hadir.
Program Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu andalan pemerintah untuk memastikan tidak ada warga negara yang terhalang mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Selain menambah jumlah sekolah, pemerintah juga berkomitmen melakukan pembenahan total terhadap fasilitas pendidikan yang sudah ada, serta mempercepat transformasi digital dalam dunia pendidikan. Teknologi pembelajaran direncanakan hadir merata di seluruh sekolah, sehingga siswa di daerah terpencil sekalipun bisa mendapatkan materi dan metode belajar yang setara dengan siswa di kota besar.
Selain aspek pendidikan, Presiden Prabowo juga menegaskan keberlanjutan program unggulan lain yang dinilai sangat strategis dalam pembentukan kualitas SDM, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, asupan gizi yang baik sejak dini adalah fondasi mutlak bagi kecerdasan dan pertumbuhan fisik generasi penerus bangsa. Program ini akan terus dijalankan, namun dengan pengawasan dan pengelolaan yang lebih ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.
“Program Makan Bergizi Gratis akan terus kita lanjutkan, tetapi ada satu hal yang sangat penting: kita harus tertibkan pelaksanaannya dari dalam. Tidak boleh ada sedikit pun penyelewengan atau penyalahgunaan anggaran, karena program ini begitu penting dan strategis bagi kualitas hidup rakyat. Gizi yang baik adalah modal utama anak-anak kita untuk bisa belajar dan berkembang dengan maksimal,” peringatannya.
Lebih jauh, Presiden menjelaskan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus ditopang oleh ketahanan pangan nasional yang kokoh. Ketersediaan pangan yang aman, cukup, dan bergizi menjadi kunci kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, pemerintah menyusun rangkaian kebijakan yang saling berkaitan dan menyokong satu sama lain. Di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis, pengembangan Koperasi Merah Putih, hingga pembangunan Desa Nelayan. Semua kebijakan ini ditopang langsung oleh kekuatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan nasional.
“Melalui Koperasi Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, dan pembangunan Desa Nelayan, semuanya ditopang oleh kemampuan pertanian kita, ditopang oleh kekuatan perikanan kita. Hasilnya, produksi pangan kita menjadi aman dan terjamin. Aman dari sisi karbohidrat, aman dari sisi protein, dan aman dari hasil peternakan. Salah satu komoditas yang sangat strategis adalah jagung, yang sangat dibutuhkan sebagai bahan pakan ternak. Dengan rantai pasok yang kuat ini, kedaulatan pangan kita pun terjaga dan terjamin keberadaannya,” papar Prabowo.
Dengan sinergi antara perbaikan pendidikan, pemenuhan gizi, dan ketahanan pangan, pemerintah meyakini bahwa pembangunan SDM Indonesia akan berjalan pada jalur yang benar. Tujuannya adalah melahirkan generasi yang cerdas, sehat, kuat, dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu membawa Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan yang lebih besar di masa depan.