Akhiri Konflik Timur Tengah, AS dan Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Foto : AFP/GIUSEPPE CACACE ( kompas.com )

Tandaglobalnews | WASHINGTON DC Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan Selat Hormuz akan kembali dibuka sepenuhnya pada Jumat (19/6/2026) menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah upaya normalisasi aktivitas pelayaran internasional yang sempat terganggu akibat perang dan penutupan jalur strategis tersebut selama beberapa bulan terakhir.

“Kapal-kapal mulai bergerak, banyak yang bermuatan minyak, keluar dari Selat Hormuz,” ujar Trump, sebagaimana dikutip AFP.

,Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi kabar penting bagi pasar energi global. Jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling vital di dunia. Penutupan selat sejak awal perang pada 28 Februari lalu sempat memicu lonjakan harga minyak internasional dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Media Iran melaporkan bahwa tiga kapal tanker minyak dan dua kapal kargo telah berhasil melintasi kawasan yang sebelumnya diblokade. Pergerakan tersebut dinilai sebagai sinyal awal pulihnya arus perdagangan energi dunia.

Kesepakatan Damai AS-Iran

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengungkapkan bahwa Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah menandatangani teks kesepakatan damai secara elektronik.

Menurut pejabat tersebut, Trump sebenarnya ingin menandatangani dokumen secara langsung sebagai bentuk komitmen terhadap penyelesaian konflik yang sukses dan berkelanjutan.

Di sela-sela pertemuan G7 di Prancis, Trump juga mengisyaratkan bahwa dokumen resmi kesepakatan akan segera dipublikasikan kepada publik.

“Ini dokumen yang sangat kuat, dan saya ingin itu dirilis. Jadi mungkin segera,” kata Trump.

Iran Sambut Positif, Namun Tetap Waspada

Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menyebut kesepakatan tersebut telah menghasilkan penghentian perang secara langsung. Ia menambahkan bahwa kedua negara akan melanjutkan pembicaraan dalam dua bulan ke depan guna merumuskan kesepakatan final yang lebih komprehensif.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyambut perjanjian itu sebagai pencapaian besar bagi kawasan Timur Tengah. Sementara itu, militer Iran mengklaim keberhasilan mereka dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel selama konflik berlangsung.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengingatkan bahwa masih ada keraguan terkait implementasi kesepakatan tersebut.

“Kami memiliki sejarah komitmen yang dilanggar. Kami memiliki sejarah kesepakatan yang dibatalkan. Semua itu masih ada dalam pikiran kami,” ujarnya.

Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz dan tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran, pasar global kini berharap stabilitas kawasan Timur Tengah dapat kembali terjaga, sekaligus memastikan kelancaran pasokan energi dunia yang selama ini bergantung pada jalur strategis tersebut.

Sumber : kompas.com

author

    Related Articles

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *