
TandaGlobalNews | BATU – Seorang pemuda berinisial R, warga Desa Kraton, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, berhasil diamankan oleh warga bersama petugas Taman Hutan Raya (Tahura) di kawasan Jembatan Cangar, Kota Batu, pada Senin (15/6) sore.
Pemuda yang sehari-hari diketahui bekerja sebagai penjual bakso tersebut diduga berada dalam kondisi tidak stabil secara emosional saat berada di lokasi. Selain itu, terdapat dugaan bahwa yang bersangkutan juga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol ketika kejadian berlangsung.
Peristiwa ini bermula ketika sejumlah pengendara yang melintas di kawasan Jembatan Cangar melihat gerak-gerik mencurigakan dari R di sekitar tepian jembatan. Merasa khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan, pengguna jalan kemudian melaporkan situasi tersebut kepada petugas Tahura yang sedang berjaga di sekitar lokasi.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas bersama warga segera mendatangi lokasi dan berupaya melakukan pendekatan secara persuasif. Mereka membujuk R agar menjauh dari area berbahaya di tepian jembatan dan berpindah ke tempat yang lebih aman.
Namun proses evakuasi sempat berlangsung cukup menegangkan. Saat hendak diamankan, R dilaporkan berontak dan menunjukkan perilaku tidak terkendali. Beberapa saksi di lokasi bahkan menyebut pemuda tersebut mengalami kondisi yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai kesurupan.
Meski demikian, berkat kerja sama antara warga dan petugas, R akhirnya berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun insiden lanjutan. Setelah itu, ia dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk ditenangkan dan mendapatkan pendampingan awal.
Pihak pengelola kawasan Tahura menjelaskan bahwa area Jembatan Cangar telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pengamanan, termasuk pagar pembatas di sejumlah titik yang dianggap rawan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai potensi kejadian yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.
Meski fasilitas pengamanan telah tersedia, pihak pengelola menilai peran aktif masyarakat dan petugas di lapangan tetap menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Respons cepat dari pengguna jalan yang melaporkan kejadian tersebut dinilai sangat membantu proses penyelamatan.
“Kejadian ini menunjukkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap sesama. Informasi yang cepat disampaikan kepada petugas memungkinkan tindakan pencegahan dilakukan lebih awal,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Hingga saat ini, kondisi psikologis R masih dalam pemantauan pihak terkait. Pendampingan terus dilakukan guna memastikan yang bersangkutan memperoleh penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Warga sekitar mengenal R sebagai sosok yang aktif bekerja dan berinteraksi di lingkungannya. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan mental merupakan isu yang perlu mendapat perhatian bersama. Dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta akses terhadap layanan pendampingan psikologis dinilai sangat penting untuk membantu individu yang sedang menghadapi tekanan emosional maupun masalah kesehatan mental lainnya.