
(Foto: Intan Nur Aini/TGN)
Tandaglobalnews | KEDIRI, Rabu (10/6/2026) — Warga yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah mengeluhkan dampak pencemaran lingkungan yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain bau tidak sedap yang terus muncul, warga juga mulai khawatir dengan keberadaan air limbah berwarna hitam yang mengalir ke saluran air di sekitar permukiman.
Selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan TPA, warga mengaku harus menanggung berbagai dampak kesehatan dan lingkungan. Namun, kompensasi yang diterima dinilai belum sebanding dengan kondisi yang mereka rasakan. Warga hanya menerima bantuan berupa 15 kilogram beras yang dibagikan satu kali dalam setahun.
Salah satu warga terdampak, Abdul Rokhim dan istrinya Nuryati, mengaku telah menetap di kawasan tersebut sejak tahun 1985. Abdul Rokhim bahkan menjadi salah satu saksi awal dibukanya lokasi pembuangan sampah di area sekitar jembatan yang kini berada di tengah kawasan TPA.
“Yo ambune niku, Mbak, terus sesek (Ya baunya itu, Mbak, lalu bikin sesak napas),” keluh Nuryati saat diwawancarai di kediamannya.
Menurut Nuryati, kondisi akan semakin parah ketika cuaca gerimis atau saat petugas melakukan pengadukan tumpukan sampah. Pada saat itu, bau yang muncul dari area TPA menjadi jauh lebih menyengat dan menyebar hingga ke lingkungan permukiman warga.
Limbah Hitam Mulai Cemari Saluran Air

Selain polusi udara, warga kini juga menyoroti persoalan pencemaran air yang diduga berasal dari aktivitas TPA. Volume sampah yang terus bertambah setiap hari membuat area penampungan semakin padat. Aktivitas truk pengangkut sampah yang keluar masuk hingga beberapa kali sehari turut memperbesar kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Di sekitar parit sebelah utara jembatan, terlihat aliran cairan lindi atau rembesan sampah berwarna hitam pekat yang mengalir ke saluran air. Saat curah hujan rendah, cairan tersebut tampak menggenang dan menimbulkan aroma yang sangat menyengat.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah penanganan yang lebih serius untuk mengurangi dampak pencemaran yang dirasakan masyarakat. Mereka juga meminta adanya pengelolaan limbah yang lebih baik agar kualitas lingkungan dan kesehatan warga tetap terjaga.