
Tandaglobalnews Minggu, 7 Juni 2026 – Gereja Katolik di seluruh dunia merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Corpus Christi. Perayaan ini menjadi momen istimewa untuk merenungkan kasih Allah yang tercurah sepenuhnya melalui Yesus Kristus, sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes pasal 6 ayat 51–58.
Dalam sabda-Nya, Yesus bersabda: “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Pernyataan ini menegaskan bahwa apa yang disediakan-Nya jauh melampaui manna yang diterima nenek moyang bangsa Israel di padang gurun. Jika manna hanya memberi kehidupan jasmani sementara, maka Tubuh dan Darah Kristus adalah sumber kehidupan rohani yang kekal.
Hari Raya ini secara resmi ditetapkan oleh Paus Urbanus IV pada tahun 1264 melalui suratnya yang berjudul Transiturus de hoc mundo. Penetapan ini bertujuan agar umat semakin menghayati makna Sakramen Mahakudus, di mana Kristus hadir secara nyata untuk menyertai umat-Nya hingga akhir zaman, sesuai janji-Nya: “Lihatlah, Aku akan menyertaimu selamanya.”
Menerima Tubuh dan Darah Kristus dalam Perayaan Ekaristi membawa tiga rahmat besar: janji keselamatan dan hidup kekal, persekutuan erat dengan Kristus dan sesama, serta kekuatan untuk hidup sesuai ajaran-Nya. Saat mengucapkan “Amin” dalam menerima Komuni Kudus, umat mengakui iman sekaligus dipanggil untuk mewujudkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan ini mengajak seluruh umat untuk semakin menghargai kehadiran Kristus dalam Sakramen Ekaristi, menjadikan-Nya sumber kekuatan, serta mewartakan kasih-Nya kepada sesama.