KEDIRI, Tandaglobal.news — Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu Kabupaten Kediri) menggelar Panggung Grand Final Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Ajang tersebut menjadi wadah untuk menjaring dan memupuk potensi dakwah generasi muda sejak dini di wilayah Kabupaten Kediri.

Berbeda dari kompetisi biasa, perhelatan Pildacil tahun ini berlangsung ketat dan terstruktur.

Sebanyak 73 peserta dari berbagai penjuru Kabupaten Kediri mengikuti seleksi tahap awal secara daring hingga akhirnya terpilih 10 finalis terbaik untuk tampil di panggung Grand Final secara luring.

Sekretaris PC Pergunu Kabupaten Kediri, Abdul Fakhor, menjelaskan bahwa ajang Pildacil dirancang untuk menemukan bibit-bibit dai unggul yang kelak meneruskan syiar Islam yang ramah dan menyejukkan di tengah masyarakat.

“Kita dalam rangka mencari talenta-talenta generasi dai masa depan. Event ini memang sengaja dibuat untuk menjaring potensi dan bakat anak-anak, terutama di bidang dakwah di Kabupaten Kediri,” ujar Abdul Fakhor saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Pada babak Grand Final, 10 peserta terbaik terbagi dalam dua kategori usia.

Kategori I untuk peserta usia 6–9 tahun sebanyak lima peserta, sedangkan Kategori II untuk usia 10–12 tahun juga diikuti lima peserta.

Masing-masing kategori memperebutkan posisi Juara 1, 2, 3, serta Harapan 1 dan 2.

Abdul Fakhor mengungkapkan, penilaian dilakukan secara objektif dan independen dengan menghadirkan juri-juri profesional.

Empat kriteria utama menjadi pijakan penilaian, meliputi kedalaman isi atau konten materi, teknik penyampaian, kesesuaian tema, serta ekspresi dan penguasaan panggung.

Ia juga menegaskan bahwa antusiasme peserta tidak hanya datang dari madrasah atau sekolah berbasis Nahdliyin, tetapi juga dari lembaga pendidikan umum.

“Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menyelenggarakannya di tahun-tahun berikutnya. Melalui proses seleksi ini, kita berikan ruang gerak seluas-luasnya bagi adik-adik untuk berekspresi dan menimba pengalaman. Sebab, sebagaimana falsafah Arab menyatakan, at-tajribah khairul mu’allim—pengalaman adalah guru terbaik untuk bekal masa depan mereka,” tambahnya.