Selain memperkuat kolaborasi, Zaini menilai keberadaan Bandara Internasional Dhoho Kediri menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat.

Salah satu peluang yang perlu dipersiapkan adalah layanan perjalanan umrah dan haji.

Apabila layanan tersebut berjalan, kebutuhan fasilitas pendukung, transportasi, akomodasi, hingga usaha kuliner berpotensi berkembang seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.

“Bandara Dhoho harus bisa menjadi pemicu semangat investasi dan membuka peluang usaha baru. Kalau ada peluang pelayanan umrah dan haji, persiapannya perlu dipikirkan sejak sekarang agar masyarakat dan pelaku usaha bisa merespons kebutuhan itu dengan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kesiapan fasilitas dan dukungan berbagai sektor menjadi hal penting agar peluang yang muncul dari keberadaan bandara dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu melihat kebutuhan calon pengguna layanan sekaligus menyiapkan sarana pendukung yang memadai.

Zaini berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha dapat menghasilkan langkah konkret untuk menjaga geliat ekonomi.

Dengan strategi yang terarah, potensi pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Kediri diharapkan tetap berkembang sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan usaha baru bagi masyarakat.