KEDIRI, Tandaglobal.news — Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, M. Zaini, S.Th.I., mendorong pemerintah daerah, pelaku usaha perhotelan, restoran, serta instansi terkait memperkuat kolaborasi untuk menghadapi pelemahan ekonomi dan menurunnya gairah pariwisata.

Menurutnya, Kabupaten Kediri memiliki potensi besar di sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran. Namun, potensi tersebut perlu didukung strategi bersama, terutama ketika penurunan daya beli masyarakat turut memengaruhi aktivitas ekonomi.

“Potensi pariwisata, perhotelan, dan restoran di Kabupaten Kediri ini sangat besar. Karena itu, perlu ada kerja sama antarpihak agar potensi tersebut bisa terus dikembangkan di tengah kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tantangan,” ujar Zaini, Rabu (14/10/2026).

Ia menilai, melemahnya daya beli masyarakat berdampak pada kebiasaan warga dalam beraktivitas di luar rumah, termasuk berbelanja, makan di restoran, maupun berwisata.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat memengaruhi perputaran ekonomi dan keberlangsungan usaha.

“Ketika daya beli turun, masyarakat tentu akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Dampaknya bisa dirasakan pelaku usaha, termasuk sektor restoran dan pariwisata. Ini yang perlu kita sikapi bersama dengan langkah yang tepat,” jelasnya.

Zaini mendorong pembentukan forum diskusi yang melibatkan pemerintah daerah, dinas terkait, serta organisasi atau perhimpunan pelaku usaha.

Melalui forum tersebut, setiap sektor diharapkan dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi sehingga solusi yang dirumuskan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, pemetaan masalah menjadi langkah penting sebelum menentukan kebijakan.

Masukan dari pelaku usaha juga diperlukan agar pemerintah dapat menyusun strategi yang lebih terarah untuk menjaga aktivitas ekonomi dan mendorong kunjungan wisatawan.

“Perlu duduk bersama untuk mengetahui persoalan di masing-masing sektor. Dari situ, kita bisa membahas langkah yang realistis dan memberikan masukan strategis, sehingga upaya yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri,” tambahnya.

Selain memperkuat kolaborasi, Zaini menilai keberadaan Bandara Internasional Dhoho Kediri menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat.

Salah satu peluang yang perlu dipersiapkan adalah layanan perjalanan umrah dan haji.

Apabila layanan tersebut berjalan, kebutuhan fasilitas pendukung, transportasi, akomodasi, hingga usaha kuliner berpotensi berkembang seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.

“Bandara Dhoho harus bisa menjadi pemicu semangat investasi dan membuka peluang usaha baru. Kalau ada peluang pelayanan umrah dan haji, persiapannya perlu dipikirkan sejak sekarang agar masyarakat dan pelaku usaha bisa merespons kebutuhan itu dengan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kesiapan fasilitas dan dukungan berbagai sektor menjadi hal penting agar peluang yang muncul dari keberadaan bandara dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu melihat kebutuhan calon pengguna layanan sekaligus menyiapkan sarana pendukung yang memadai.

Zaini berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha dapat menghasilkan langkah konkret untuk menjaga geliat ekonomi.

Dengan strategi yang terarah, potensi pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Kediri diharapkan tetap berkembang sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan usaha baru bagi masyarakat.