JAKARTA, Tandaglobal.news — Sebanyak 1.501 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tercatat tidak melanjutkan proses penugasan setelah menerima offering letter dari PT Agrinas Pangan Nusantara.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota menjelaskan, dari jumlah tersebut, sebanyak 969 orang menolak offering letter.

Sementara 532 lainnya tidak melanjutkan karena surat penawaran yang diterima telah kedaluwarsa.

Di sisi lain, sebanyak 27.099 manajer telah resmi menandatangani offering letter untuk menjalankan tugas di daerah masing-masing.

Data tersebut menunjukkan sebagian besar calon manajer tetap melanjutkan proses penugasan.

Namun, persoalan penempatan masih menjadi perhatian, terutama bagi manajer yang memperoleh lokasi kerja jauh dari domisilinya.

Sebelumnya, pemerintah menyebut sekitar 1.900 manajer mendapat penempatan lintas provinsi.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengelola koperasi di sejumlah daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta para manajer yang mendapat lokasi penempatan jauh dari tempat tinggalnya untuk menerima penugasan terlebih dahulu.

“Yang penting terima dulu agar status tidak gugur. Nanti disesuaikan tempat yang terdekat,” kata Zulhas.

Menurut Zulhas, para manajer tersebut terikat dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.

Setelah koperasi di wilayah yang lebih dekat dengan domisili siap beroperasi, penempatan dapat disesuaikan.

Persoalan yang muncul di lapangan tidak hanya berkaitan dengan jarak penempatan.

Kesiapan fasilitas koperasi juga menjadi perhatian bagi sebagian manajer yang telah menerima penugasan.