Guna mengantisipasi dampak negatif tersebut, Pemerintah Desa Ringinrejo menyiapkan langkah strategis dengan mengarahkan fungsi KDMP bukan sebagai peritel eceran, melainkan sebagai pengepul atau grosir (tengkulak).

Melalui skema tersebut, para pemilik warung di desa dapat membeli stok barang dagangan dari KDMP dengan harga terjangkau.

Dengan demikian, koperasi dapat menyokong pedagang lokal tanpa harus merebut pangsa pasar mereka.

Namun, tantangan berupa kondisi geografis dan struktur pasar juga disorot oleh kepala desa di Kecamatan Ngasem.

Letak desa yang dekat dengan pasar induk, pusat grosir, serta menjamurnya warung kelontong membuat posisi tawar KDMP menjadi cukup rumit.

Jika dijual dengan harga pasaran biasa, koperasi akan sulit menggaet pembeli.

Sebaliknya, jika dijual terlalu murah, pedagang kecil di sekitarnya dipastikan akan terdampak.

“Kita kan tidak mungkin meminta warga yang punya usaha lain untuk tutup hanya sekadar untuk menjalankan KDMP. Kalau jenis usahanya sama dengan usaha masyarakat, sulit diterapkan. Kalau ada warga yang protes, tentu desa yang harus menampung,” tegasnya.

Meski diliputi kekhawatiran, peluang kolaborasi antara KDMP dan BUMDes tetap terbuka apabila dikelola secara terintegrasi.

Di Ringinrejo, BUMDes yang difokuskan pada sektor pertanian dan ketahanan pangan dirancang untuk saling melengkapi dengan KDMP, baik dalam hal penyerapan hasil tani, penyediaan pupuk, maupun dukungan permodalan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian desa secara menyeluruh.

Di sisi lain, nasib para pengurus perintis KDMP yang dibentuk melalui Musyawarah Desa (Musdes) setahun lalu turut menjadi perhatian.

Para tokoh lokal tersebut telah bekerja mengurus seluruh proses administrasi dan legalitas awal tanpa imbalan materi.

Harapan besar disematkan agar pemerintah pusat dan pengelola manajemen koperasi tetap melibatkan jajaran pengurus awal tersebut dalam struktur pengawasan.

Dengan demikian, perjuangan warga di tingkat bawah tetap dihargai dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi desa.