KEDIRI, Tandaglobal.News Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga RT 002/RW 003, Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menggelar Lomba Mancing Malam pada Minggu, 20 September 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung meriah. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti maupun menyaksikan jalannya perlombaan yang digelar secara terbuka untuk umum.

Penyelenggara kegiatan, Putut, mengatakan lomba mancing tersebut digelar untuk menghidupkan suasana desa sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat. Menurutnya, memancing dipilih karena menjadi salah satu aktivitas yang memiliki banyak peminat di Desa Satak, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Putut, penyelenggara Lomba Mancing Malam di Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (20/9/2026).

“Latar belakangnya biar desanya ramai, soalnya di sini tidak ada acara apa-apa. Lomba mancing ini dipilih karena peminatnya sangat banyak, baik anak kecil maupun dewasa,” ujar Putut saat ditemui di lokasi acara.

Peserta cukup membayar biaya pendaftaran sebesar Rp10.000 untuk mengikuti perlombaan. Dari kegiatan tersebut, tercatat sekitar 110 peserta ikut ambil bagian.

Panitia juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan perlombaan, mulai dari media terpal hingga hadiah yang diberikan kepada peserta. Hadiah utama yang disiapkan berupa satu ekor kambing bagi peserta yang berhasil meraih Juara 1.

Selain hadiah utama, panitia menyediakan berbagai doorprize dan hadiah hiburan berupa kebutuhan sehari-hari. Hadiah tersebut antara lain sabun cuci, minyak goreng, gula, mi, beras, kopi, hingga teh.

Besarnya antusiasme warga tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari beragam latar belakang orang yang mengikuti perlombaan. Salah satunya Mulyono, atau yang akrab disapa Mbah Mul, yang mengaku baru pertama kali mencoba memancing

“Saya sebenarnya enggak pernah mancing. Ini baru pertama kali dan tidak ada persiapan apa-apa. Alasan ikut ya untuk meramaikan dan memeriahkan acara 17 Agustus-an ini,” ujar Mbah Mul sembari tertawa saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Menurut Mul, keberadaan hadiah utama berupa kambing turut membuat warga semakin tertarik mengikuti perlombaan. Meski demikian, ia menilai suasana kebersamaan menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

“Selain bikin suasana ramai, adanya hadiah utama kambing ini tentu makin memancing semangat warga untuk ikut berpartisipasi,” tambahnya.

Sementara itu, bagi peserta yang memang memiliki hobi memancing, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menyalurkan kegemaran sekaligus berkumpul bersama teman-teman.

Sunar, salah satu peserta asal Desa Satak, mengatakan dirinya tertarik mengikuti lomba karena memang sudah memiliki hobi memancing selama kurang lebih 10 tahun. Menurutnya, lokasi perlombaan yang dekat dengan tempat tinggal membuatnya lebih mudah untuk ikut serta.

“Yo mergo memang hobine mancing, Mbak. Terus lombane idek, nek Desone dewe, dadi sekalian ngumpul karo konco-konco. Lumayan iso seneng-seneng bareng, sopo ngerti entuk hadiah,” ujar Sunar.

Sunar mengaku mulai menyukai kegiatan memancing setelah awalnya hanya ikut bersama teman-temannya. Baginya, memancing bukan hanya soal mendapatkan ikan, tetapi juga menjadi aktivitas untuk melepas penat.

“Wis lumayan suwi, kurang lebih sekitar 7 tahunan. Awale mung melu konco, terus kok malah dadi seneng. Nek wis mancing kuwi rasane penak mbak, iso ngilangke setres,” katanya.

Meski telah lama memiliki hobi memancing, Sunar mengaku baru kali ini mengikuti perlombaan mancing. Sebelumnya, ia lebih sering memancing bersama teman-temannya ketika sedang memiliki waktu luang atau berlibur.

“Ga pernah, tapi yo sering mancing kro konco-konco lek preian,” ujarnya.

Untuk mengikuti perlombaan malam tersebut, Sunar menyiapkan sejumlah umpan seperti cacing, ayam suwir, dan pentol. Ia juga memastikan peralatan memancing dalam kondisi siap agar tidak mengalami kendala ketika perlombaan dimulai.

“Persiapane yo umpan, koyok cacing, ayam suwir, pentol. Umpane yo disiapne sing kira-kira cocok. Sing penting alat e siap, ben pas lomba ora ribet. Terus yo kudu njaga kondisi ben ora ngantuk, mergo lombane bengi,” jelasnya.

Menurut Sunar, suasana perlombaan berlangsung ramai dan penuh keakraban. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak muda juga terlihat ikut meramaikan kegiatan tersebut.

“Suasanane rame banget, Mbak. Akeh warga sing melu, dadi tambah gayeng. Ora mung wong tuwo, anak-anak enom yo akeh. Pelaksanaane menurutku apik, warga iso kumpul, guyub,” kata Sunar.

Adanya hadiah utama berupa kambing juga diakui semakin menambah semangat peserta untuk mengikuti perlombaan. Namun, bagi Sunar, kesempatan berkumpul dan bersenang-senang bersama teman serta warga tetap menjadi bagian utama dari kegiatan tersebut.

“Yo jelas nambah semangat, Mbak, hehe. Hadiahe kambing lumayan. Tapi sing utama yo tetep seneng-seneng lan kumpul karo konco-konco. Nek iso intuk kambing yo alhamdulillah, bonus,” ujarnya.

Gelak tawa dan keakraban warga pun mewarnai jalannya perlombaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mendapatkan ikan maupun memperebutkan hadiah, tetapi juga menjadi sarana hiburan dan mempererat silaturahmi antarwarga Desa Satak.

Mengenai keberlanjutan kegiatan serupa pada tahun mendatang, Putut mengatakan pelaksanaan lomba kali ini sepenuhnya menggunakan dana pribadi. Meski belum dapat memastikan apakah kegiatan tersebut akan kembali digelar, respons positif masyarakat menjadi pertimbangan untuk melanjutkannya.

“Soal tahun depan belum tahu pasti karena ini menggunakan dana pribadi. Tapi melihat antusiasme warga, kemungkinan ada untuk digelar kembali,” pungkas Putut.