
Kesiapan di lapangan juga disampaikan oleh relawan masyarakat setempat.
Anang Wiyanto, Ketua Desa Tanggap Bencana (Destana) Desa Sugihwaras, mengatakan pihaknya selalu bersiaga untuk membantu pemadaman apabila sewaktu-waktu terjadi karhutla.
Dengan kekuatan sekitar 20 personel siaga, relawan Destana Sugihwaras terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kediri maupun dinas terkait.
Meski Anang bersyukur hingga saat ini belum pernah terjadi karhutla di kawasan Gunung Kelud, kewaspadaan tetap menjadi rutinitas mereka.
Dalam praktiknya, Anang mengungkapkan tantangan terbesar bagi relawan saat melakukan mitigasi di kawasan Gunung Kelud adalah sulitnya akses pasokan air di sejumlah titik ketinggian.
“Ketika karhutla, itu yang kami alami yang sulit adalah air. Untuk airnya terlalu sulit di kawasan Gunung Kelud,” ungkap Anang.
Menghadapi kondisi tersebut, para relawan telah dibekali kesiapan untuk melakukan pemadaman manual sebagai langkah mitigasi awal.
“Kalau kita pakai alat seadanya dulu. Kalau memang di sini kalau di hutan memang sulit dijangkau untuk air, kita pakai alat seadanya,” tambahnya.
Sinergi antara aparat kepolisian, BPBD, dan relawan lokal tersebut menjadi upaya bersama dalam menjaga kawasan Gunung Kelud sekaligus melindungi masyarakat dari potensi bencana.




















Tinggalkan Balasan