Kondisi Bangkai Kapal Jadi Kendala
Operasi pencarian di dalam bangkai KM Virgo menghadapi sejumlah kendala. Posisi kapal yang berada dalam keadaan miring dan tidak stabil membuat penyelam tidak dapat memasuki seluruh bagian kapal.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menjelaskan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi pergerakan penyelam. Tim harus melakukan asesmen keselamatan sebelum memasuki bagian tertentu dari bangkai kapal.
Basarnas juga mendorong perusahaan pemilik kapal untuk mempercepat proses salvage atau pengangkatan badan kapal. Langkah tersebut dinilai dapat membantu tim SAR menjangkau ruangan kapal yang sebelumnya sulit dimasuki karena posisi kapal yang miring.
Pengangkatan badan kapal bukan menjadi tugas Basarnas. Proses tersebut merupakan tanggung jawab perusahaan pemilik kapal dan pihak asuransi. Namun, Basarnas mendorong agar proses salvage dapat segera dilakukan untuk mendukung evakuasi korban yang masih berada di dalam kapal.
65 Penyelam Disiapkan
Untuk melanjutkan pencarian, Basarnas menyiapkan 65 penyelam gabungan. Mereka berasal dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), serta sejumlah unsur potensi SAR lainnya.
Para penyelam dibagi dalam beberapa kelompok dan bekerja secara bergiliran. Pencarian difokuskan pada bagian kapal yang dinilai aman untuk dimasuki.
Penambahan personel penyelam dilakukan untuk memperkuat pencarian terhadap korban yang diperkirakan masih berada di dalam bangkai kapal.
Selain persoalan kondisi kapal, kondisi korban yang berada cukup lama di dalam air juga menjadi perhatian. Basarnas menyebut jasad korban mulai mengalami perubahan, meskipun secara anatomis tubuh korban yang telah dievakuasi masih dalam kondisi utuh.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati. Tim penyelam juga menghadapi risiko karena jasad yang berada di dalam air telah terkontaminasi bakteri.



















Tinggalkan Balasan