Kediri, TandaGlobalNews – Di tengah rindangnya pepohonan Dusun Pranggang Barat, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, terdapat Sumber Dawung yang hingga kini masih mengalir jernih dan menjadi salah satu tempat yang dimanfaatkan masyarakat.

Air Sumber Dawung keluar langsung dari tanah melalui sumber utama yang berada di bagian paling atas kawasan. Pancuran airnya berukuran kurang lebih sebesar permukaan pipa, kemudian mengalir dan ditampung dalam kolam berukuran sekitar 5 meter x 3 meter dengan kedalaman kurang lebih 1 meter.

Kondisi air di sumber tersebut dikenal sangat bening, bersih dan tidak berbau. Alirannya juga disebut tidak pernah surut atau mengering, meskipun pemanfaatannya oleh masyarakat telah berlangsung sejak lama.

Siti, warga Pranggang, Selasa (15/9/2026), mengatakan Sumber Dawung dahulu banyak digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.

“Dulu sumber ini banyak digunakan warga untuk mandi dan mencuci. Sekarang sebagian besar sudah punya sumur sendiri di rumah, sehingga pemanfaatannya lebih banyak untuk bermain, berenang dan bersantai,” katanya.

Suasana Sumber Dawung semakin terasa sejuk karena kawasan tersebut dikelilingi pepohonan besar dan rindang, termasuk bambu petung. Kondisi tersebut membuat sumber menjadi tempat yang nyaman bagi warga untuk melepas penat.

Selain warga sekitar, Sumber Dawung juga sesekali dikunjungi masyarakat dari luar wilayah. Saat liburan, sejumlah pengunjung datang untuk berenang. Sumber tersebut juga dimanfaatkan warga dari daerah lain untuk mencuci barang berukuran besar, seperti terpal milik pedagang.

Untuk aktivitas mandi, warga juga membuat sekat dari batako guna memisahkan area pria dan wanita sehingga lebih memberikan privasi.

Di sisi lain, keberadaan kolam sumber juga dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air dan mencari ikan-ikan kecil. Sebagian warga masih memanfaatkan air Sumber Dawung untuk kebutuhan tertentu.

Akses menuju lokasi masih mempertahankan suasana alami. Namun, ketika musim hujan, jalan menuju sumber menjadi cukup licin sehingga pengunjung perlu lebih berhati-hati.

“Yang membuat sumber ini tetap menarik adalah airnya jernih dan suasananya sejuk. Airnya juga terus mengalir dan sampai sekarang tidak pernah kering,” tambah Siti.

Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto