Warga Bertahan Gunakan Tungku Kayu Bakar, Faktor Ekonomi dan Tradisi Jadi Alasan

Tandaglobal.news | KEDIRI – Di tengah penggunaan kompor gas LPG yang semakin umum, sebagian warga di Dusun Sukomoro, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, masih memilih memasak menggunakan tungku kayu bakar. Selain karena pertimbangan ekonomi, kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun juga menjadi alasan masyarakat tetap mempertahankan cara memasak tradisional tersebut.

Bagi sebagian keluarga, penggunaan kayu bakar dinilai mampu menekan pengeluaran rumah tangga. Kayu bakar dapat diperoleh dari pekarangan maupun kebun sekitar sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli gas LPG secara rutin.

Salah seorang warga, Sunarmi, mengatakan penggunaan kayu bakar masih menjadi pilihan utama keluarganya karena lebih hemat dan mudah didapat.

“Kalau memakai kayu bakar lebih hemat. Kayunya bisa mencari sendiri, jadi tidak perlu membeli gas terus,” ujar Sunarmi, Sabtu (11/7/2026).

Selain alasan ekonomi, Sunarmi mengaku merasa lebih aman menggunakan tungku kayu bakar dibandingkan kompor gas. Menurutnya, kekhawatiran terhadap kemungkinan kebocoran maupun ledakan tabung LPG membuat dirinya lebih nyaman memasak dengan cara tradisional.

Ia juga menilai masakan yang dimasak menggunakan kayu bakar memiliki cita rasa yang lebih khas. Aroma asap dari kayu bakar dinilai memberikan sensasi rasa berbeda, terutama saat memasak sayur, merebus lauk, hingga menanak nasi.

Di sisi lain, penggunaan tungku kayu bakar juga memiliki sejumlah kendala. Asap yang dihasilkan kerap membuat mata perih, sementara proses memasak membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan menggunakan kompor gas. Peralatan dapur juga lebih cepat menghitam akibat jelaga yang menempel selama proses memasak.

Meski berbagai teknologi memasak modern semakin mudah dijangkau masyarakat, tungku kayu bakar masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi sebagian warga pedesaan. Selain dinilai lebih ekonomis, cara memasak tersebut juga menjadi bagian dari tradisi yang tetap dipertahankan dari generasi ke generasi.

Baca Juga  Kisah Kapolsek Kediri Kota, Hibur Masyarakat Lewat Wayang Karton di Hari Bhayangkara ke-80

Sunarmi berharap harga LPG dapat kembali stabil dan pasokannya mudah diperoleh masyarakat. Namun selama kondisi ekonomi masih menjadi pertimbangan, ia bersama keluarganya memilih tetap menggunakan tungku kayu bakar sebagai solusi yang paling terjangkau untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.


Jurnalis: Maulana Rahmadha

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *