
Tandaglobal.news | Kediri – Warga Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah selama kurang lebih lima tahun. Hingga kini, ruas jalan tersebut belum mendapat perbaikan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setiap hari.
Kerusakan jalan ditandai dengan banyaknya lubang dan permukaan yang tidak rata. Saat musim hujan, lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
Sebagai bentuk protes, warga Desa Siman pernah menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan yang rusak. Aksi tersebut dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah agar segera melakukan perbaikan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, masyarakat telah berkali-kali menyampaikan keluhan, namun hingga kini belum ada perbaikan yang dirasakan.
“Jalan ini sudah rusak sekitar lima tahun. Kami pernah menanam pohon pisang sebagai tanda bahwa kondisi jalan ini sangat memprihatinkan. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya karena jalan ini merupakan akses utama masyarakat,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).
Kondisi jalan yang rusak menghambat berbagai aktivitas warga, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah, pedagang sayur keliling, hingga masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Para pengendara pun harus mengurangi kecepatan dan menghindari lubang agar terhindar dari kecelakaan.
Selain mengganggu mobilitas warga, kerusakan jalan juga dinilai berdampak pada sektor pariwisata. Akses menuju Waduk Siman menjadi kurang nyaman sehingga kunjungan wisatawan disebut mengalami penurunan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kediri bersama instansi terkait segera melakukan perbaikan jalan tersebut. Menurut warga, perbaikan infrastruktur sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar aktivitas masyarakat, sekaligus mendukung kembali potensi wisata di kawasan Waduk Siman.

Jurnalis: Maulana Rahmadha