
Tandaglobal.news | KEDIRI – Desa Siman di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, dikenal sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Kediri yang menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan potensi wisata alam. Beragam peninggalan arkeologi yang masih terjaga hingga kini menjadi bukti perjalanan panjang peradaban di kawasan tersebut, Sabtu (11/7/2026).
Salah satu situs bersejarah yang masih terawat adalah Punden Mbah Bogor Paradah di Dusun Bogorpradah. Berbeda dengan punden pada umumnya yang identik dengan makam tokoh tertentu, lokasi ini diyakini sebagai tempat peristirahatan Mbah Bogor Paradah sekaligus kawasan ditemukannya berbagai benda peninggalan sejarah.
Kepala Desa Siman, Subagiyo, mengatakan berbagai artefak yang ditemukan di kawasan tersebut terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya desa.
“Di Punden Mbah Bogor Paradah banyak ditemukan benda-benda bersejarah. Karena itu kami berupaya menjaga dan melestarikannya,” ujar Subagiyo.
Di bawah rindangnya pepohonan, terdapat dua arca berbentuk singa yang menjadi salah satu daya tarik kawasan punden. Salah satu arca masih utuh, sedangkan arca lainnya telah kehilangan bagian kepala. Selain itu, ditemukan pula umpak batu, ambang pintu batu, lumpang batu, gerabah, pecahan keramik, hingga batu bata kuno yang tersebar di lahan pertanian milik warga.
Desa Siman berada di kawasan yang diyakini memiliki keterkaitan dengan sejarah Prasasti Harinjing bertanggal 25 Maret 804 Masehi. Prasasti tersebut mencatat pembangunan bendungan oleh Bhagawanta Bari di aliran Sungai Konto untuk mendukung sistem irigasi di wilayah utara Gunung Kelud. Peristiwa itu kemudian dijadikan dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Kediri.
Selain memiliki nilai sejarah, Desa Siman juga menawarkan potensi wisata alam melalui Waduk Siman. Waduk seluas sekitar 50 ribu meter persegi itu tidak hanya berfungsi sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian, tetapi juga menjadi destinasi wisata sekaligus lokasi pelaksanaan ritual Melasti oleh umat Hindu.
Panorama waduk yang asri menjadi daya tarik bagi masyarakat, terutama saat akhir pekan. Pengunjung dapat menikmati suasana alam, mencicipi kuliner di warung sekitar waduk, hingga berolahraga dengan berjalan kaki, berlari, maupun bersepeda mengelilingi kawasan tersebut.
“Setiap akhir pekan pengunjung cukup ramai datang ke Waduk Siman. Kami berharap potensi wisata sejarah dan wisata alam di Desa Siman terus berkembang,” kata Subagiyo.
Secara administratif, Desa Siman memiliki luas wilayah sekitar 5,2 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 3.800 jiwa. Desa ini terdiri atas enam dusun, yakni Karetan, Bogorpradah, Siman, Juwah, Pluncing, dan Sukabumi. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani.
Perpaduan antara peninggalan sejarah, kekayaan budaya, dan keindahan alam menjadikan Desa Siman memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi di Kabupaten Kediri. Dengan pelestarian yang berkelanjutan, warisan leluhur tersebut diharapkan tetap terjaga dan dapat dikenal oleh generasi mendatang.
Jurnalis: Roni Ardiansyah