
(Foto: TGN/Roni Ardiansyah)
Tandaglobal.news | KEDIRI — Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, merupakan salah satu desa di wilayah timur Kabupaten Kediri yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta potensi ekonomi yang terus berkembang. Desa ini terdiri dari 11 dusun, yakni Kepung Barat, Kepung Tengah, Kepung Timur, Karangan, Sumber Gayam, Sumber Pancur, Krembangan, Sukorejo, Purworejo, Jatimulyo, dan Karangdinoyo, dengan jumlah penduduk lebih dari 10 ribu jiwa.
Masyarakat Desa Kepung hingga kini masih mempertahankan tradisi dan budaya leluhur. Berbagai kesenian tradisional seperti Jaranan dan Bantengan masih aktif melalui sejumlah sanggar seni yang tersebar di desa. Selain itu, tradisi bersih desa yang dilaksanakan setiap Jumat Legi pada bulan Suro tetap dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para pendahulu desa.
Sejarah Desa Kepung juga masih hidup melalui cerita yang diwariskan secara turun-temurun. Nama Kepung dipercaya berasal dari peristiwa pengepungan yang dialami Ki Onggo Merto ketika membuka kawasan tersebut sebagai permukiman baru. Tokoh yang diyakini berasal dari keturunan Kerajaan Demak itu disebut membuka hutan, membangun permukiman, serta menyebarkan agama Islam sebelum akhirnya meninggalkan wilayah tersebut akibat pengepungan oleh Belanda. Hingga kini, peninggalan berupa Sumur Dui dan Sumur Upas masih menjadi bagian dari situs budaya yang dijaga masyarakat.
Selain memiliki nilai sejarah yang kuat, Desa Kepung juga terus mengembangkan berbagai potensi ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui sektor UMKM di Dusun Sukorejo yang dikenal sebagai sentra produksi tas anyaman serta pusat oleh-oleh khas hasil karya pelaku usaha lokal.
Kasi Pemerintahan Desa Kepung, Hariono, mengatakan pemerintah desa juga tengah mengembangkan sektor pariwisata melalui wisata alam Grojogan Jatuh Cinta serta wisata budaya Sumur Dui di Dusun Kepung Barat. Berbagai destinasi tersebut telah dipromosikan melalui media digital agar semakin dikenal masyarakat luas.
“Kami terus berupaya mengembangkan potensi desa, baik melalui UMKM maupun sektor wisata. Harapannya, potensi yang dimiliki Desa Kepung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan desa kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Hariono saat ditemui di Desa Kepung, Rabu (1/7/2026).
Selain itu, Desa Kepung juga memiliki Pasar Karangdinoyo yang dikelola sebagai pasar desa dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara dari sisi pelayanan dasar, kondisi listrik dan ketersediaan air bersih dinilai cukup memadai. Sebagian besar warga memanfaatkan sumur gali maupun sumur bor, sedangkan sebagian lainnya menggunakan layanan PDAM.
Hariono menjelaskan mayoritas penduduk Desa Kepung bekerja di sektor pertanian sehingga kondisi ekonomi masyarakat masih sangat dipengaruhi oleh naik turunnya harga hasil panen. Meski demikian, angka pengangguran tergolong rendah karena lapangan pekerjaan di sektor pertanian masih tersedia.
“Harapan kami Desa Kepung ke depan semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, potensi desa terus berkembang, dan kehidupan warga tetap aman, tenteram, serta harmonis,” pungkas Hariono.
Jurnalis: Roni Ardiansyah