
(Foto: Dok.TGN/Stefanie Eka Shaputri)
Tandaglobal.news | KEDIRI — Suasana meriah menyelimuti Dusun Wonorejo, Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, saat warga menggelar Kirab Budaya dan Sedekah Bumi Karnaval pada Sabtu, 27 Juni 2026. Tradisi tahunan dalam rangka Bersih Dusun tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus membawa berkah bagi para pedagang kecil di sekitar lokasi.
Sejak pagi, warga dan pengunjung memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya yang ditampilkan. Antusiasme terlihat sejak awal hingga seluruh rangkaian acara berlangsung.
Di tengah kemeriahan acara, Warti, salah seorang warga yang hadir, mengaku sengaja datang untuk menikmati suasana kirab yang selalu dinantikannya setiap tahun.
“Karena saya senang. Saya senang melihat penampilan sound horeg,” ujarnya.
Menurut Warti, penampilan joget yang diiringi dentuman sound horeg menjadi bagian yang paling ditunggu dalam karnaval tersebut.
“Yang paling saya tunggu tentu penampilan jogetnya,” tuturnya.
Ia menilai kekompakan warga menjadi salah satu kunci terselenggaranya Kirab Budaya dan Sedekah Bumi setiap tahun.
“Warga di sini sangat antusias,” katanya.
Bagi Warti, tradisi Bersih Dusun bukan sekadar hiburan, melainkan juga menjadi momen yang mempererat kebersamaan warga.
“Penting, karena selain melestarikan tradisi juga menjadi hiburan bagi masyarakat,” imbuhnya.


Meski datang tanpa rombongan besar, ia tetap menikmati kemeriahan acara bersama keluarga kecilnya.
“Saya datang bersama keluarga, hanya bertiga,” ujarnya.
Selain menyedot perhatian pengunjung, pelaksanaan kirab juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga. Sejak pagi, para pedagang telah memadati area sekitar lokasi untuk melayani pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Salah satu pedagang, Tamsir, mengaku mulai berjualan sejak pukul 09.00 pagi. Ia merasakan peningkatan omzet dibandingkan hari biasa dan mengaku sangat terbantu dengan ramainya acara tersebut.
“Omzet saya lebih baik saat ada acara seperti ini. Sangat membantu, dan saya sangat mendukung penyelenggaraan acara ini,” ujar Tamsir.
Menurutnya, salah satu daya tarik utama yang mampu mendatangkan banyak penonton adalah penampilan sound horeg.


“Daya tarik utamanya adalah sound system. Kalau sound system-nya bagus, penontonnya pasti ramai,” tambahnya.
Meski harus menempuh perjalanan dari Pare menuju Dusun Wonorejo, Tamsir tetap antusias mengikuti berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari selawatan hingga kirab budaya, sebagai tempat berjualan untuk menyambung kebutuhan hidup sehari-hari.
Kirab Budaya dan Sedekah Bumi Karnaval Dusun Wonorejo tahun 2026 berlangsung aman dan lancar. Selain menjadi sarana pelestarian budaya lokal, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dengan meningkatnya omzet para pedagang kecil, sekaligus memperkuat kebersamaan warga dalam menjaga tradisi yang terus dilestarikan.
Jurnalis: Stefanie Eka Shaputri