Pemkab Kediri Genjot Pemulihan Gedung Layanan Publik, Renovasi Ditargetkan Rampung dan Kembali Berfungsi

Petugas melakukan perbaikan gedung layanan publik milik Pemkab Kediri untuk mengembalikan fungsi pelayanan masyarakat. (Dok. Wildan Wahid Hasyim / Tandaglobalnews)

Tandaglobalnews Kediri — Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas PUPR Kabupaten Kediri terus mempercepat proses perbaikan sejumlah fasilitas gedung pelayanan yang sebelumnya mengalami kerusakan. Salah satu fokus utama saat ini adalah pemulihan fungsi bangunan agar dapat kembali digunakan secara optimal untuk mendukung layanan publik.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Pernama, menjelaskan bahwa proses renovasi dilakukan dengan pendekatan fungsional, yakni mengembalikan bangunan agar kembali layak digunakan tanpa perubahan struktur besar. Hal ini juga mempertimbangkan rencana relokasi beberapa unit kerja di masa mendatang karena lokasi yang dinilai kurang strategis.

“Itu diperbaiki, tapi kita kembalikan fungsinya saja. Karena ada rencana tim teknis mau pindah lokasi karena ini kurang visibel, di sebelah pasar juga sehingga sulit dikembangkan. Tapi yang jelas kita perbaiki dulu supaya bisa berfungsi kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama proses perbaikan, sejumlah layanan sementara dialihkan ke lokasi lain, termasuk penggunaan fasilitas darurat seperti tenda dan gedung sementara.

Dari sisi anggaran, Irwan menyebutkan bahwa biaya renovasi tidak terlalu besar karena hanya mencakup perbaikan bagian tertentu bangunan yang rusak. Estimasi anggaran berada di kisaran Rp300 juta hingga Rp400 juta.

“Enggak banyak itu, paling sekitar 300 sampai 400 juta. Yang diganti itu atap pakai material ringan, rangka juga diperbaiki, dinding dicat ulang. Plafon juga kita pasang lagi. Jadi lebih ke perbaikan ringan,” jelasnya.

Selain perbaikan fisik, fasilitas gedung juga telah dilengkapi dengan sarana pendukung seperti sistem pendingin udara (AC) dan sistem keselamatan kebakaran berupa alarm peringatan dini. Meski demikian, sistem pemadaman otomatis belum dapat dipasang karena mempertimbangkan karakter bangunan lama.

“Sudah ada AC, sudah lengkap. Untuk keamanan juga sudah ada alarm kalau terjadi kebakaran, jadi bisa bunyi peringatan,” tambahnya.

Baca Juga  Diduga Ulah Anak Bermain Api, Kebakaran Lahan Tebu di Pare Rugikan Puluhan Juta Rupiah

Terkait proses pengerjaan, proyek tersebut merupakan satu paket dengan pembangunan fasilitas lain, termasuk layanan Samsat, yang dikerjakan oleh pihak ketiga di bawah koordinasi Kementerian PUPR. Saat ini, kontrak pekerjaan telah dinyatakan selesai dan tinggal menunggu proses serah terima aset.

“Secara pekerjaan sudah selesai, tinggal serah terima saja. Yang di dalam seperti kursi, meja, itu nanti dari bagian umum yang mengatur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemkab Kediri juga tengah menyiapkan pembangunan gedung baru untuk DPRD Kabupaten Kediri yang saat ini masih dalam tahap pembahasan desain dan kebutuhan ruang. Proyek tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun anggaran berjalan dengan skema multiyears.

“Sekarang masih pembahasan layout. Tiap lantai akan disesuaikan dengan kebutuhan dewan dan sekretariat. Harapannya bisa segera kontrak dan dilanjutkan tahun berikutnya,” pungkasnya.

Dengan berbagai proses tersebut, Pemkab Kediri menargetkan peningkatan kualitas sarana pemerintahan yang lebih aman, fungsional, dan sesuai kebutuhan pelayanan publik di masa mendatang.

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim

administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *