
(Foto: Dok. TGN/Intan Nur Aini)
Tandaglobal.news | KEDIRI– Roda perekonomian dan dinamika harga di pasar tradisional terus mengalami fluktuasi yang dinamis. Melalui pantauan langsung di Pasar Pamenang Pare pada hari ini, rabu 17 juni 2026, kenaikan harga terlihat mulai menyasar pada sejumlah komoditas sayur-mayur hingga bumbu dapur utama.
Berdasarkan wawancara bersama salah satu pedagang senior, Choiriyah, yang telah mengabdikan diri berjualan di pasar tersebut selama kurang lebih 40 tahun, terungkap bahwa perubahan harga komoditas dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang maupun konsumen.
“Kalau masalah harga memang ada perubahan (kenaikan).” kata Choiriyah saat ditemui di sela-sela aktivitas berdagangnya oleh jurnalis media Tanda Global News.
Meskipun beberapa komoditas mengalami lonjakan harga yang cukup terasa, Choiriyah menjelaskan bahwa harga untuk komoditas penting lainnya seperti cabai terpantau masih berada dalam kondisi yang cukup stabil untuk saat ini.


“Untuk hari ini yang merangkak naik itu kubis, wortel, bawang putih, kemiri, sama kacang sambal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan analisis sederhana mengenai penyebab utama di balik ketidakstabilan harga pangan di tingkat pedagang pasar. Menurut pengalamannya yang puluhan tahun, minimnya pasokan akibat kendala di tingkat produsen menjadi pemicu paling krusial.
“Faktor penyebab utama kenaikan harga sayur itu biasanya karena barangnya sedang tidak ada di tingkat petani, atau jarang ada petani yang memetik. Akibatnya ketersediaan barang jadi sedikit, sehingga otomatis harganya bisa naik,” tambahnya.
Menanggapi situasi pasar saat ini secara keseluruhan, pedagang yang telah merintis usahanya bahkan sejak sebelum anak pertamanya lahir tersebut memilih untuk menyikapi keadaan dengan penuh rasa syukur. Baginya, pasang surut pendapatan dan fluktuasi pengunjung pasar adalah hal lumrah yang harus tetap dijalani dengan optimisme tinggi.
Kenaikan harga pangan ini diharapkan dapat segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar pasokan dari tingkat petani menuju pasar tradisional dapat kembali berjalan lancar, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Jurnalis: Eka Putri Maryani
Fotografi: Intan Nur Aini
Editor: Aditya Efendi