Misteri Sungai Efrat Terpecahkan, Ilmuwan Ungkap Asal-usulnya dari Dua Sungai Purba

Sungai Efrat yang menjadi penopang peradaban Mesopotamia ternyata terbentuk dari penggabungan dua sungai purba jutaan tahun silam.
Sumber: Wikepedia

Tandaglobalnews – Selama ribuan tahun, Sungai Efrat menjadi saksi lahir dan berkembangnya peradaban-peradaban besar dunia. Aliran sungai ini menghidupi kota-kota kuno Mesopotamia, mulai dari Uruk hingga Babilon. Namun, meski memiliki peran penting dalam sejarah manusia, asal-usul Sungai Efrat sendiri masih menjadi misteri yang belum sepenuhnya terjawab.

Kini, sebuah penelitian terbaru berhasil mengungkap bagaimana sungai legendaris tersebut terbentuk jutaan tahun sebelum manusia mengenal pertanian, kota, maupun sistem tulisan.

Tim ilmuwan internasional menemukan bahwa Sungai Efrat terbentuk dari penggabungan dua sungai purba yang mengalami perubahan jalur akibat aktivitas tektonik di Pegunungan Taurus, Turki. Proses geologi tersebut berlangsung antara 3,6 juta hingga 1,6 juta tahun lalu.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience itu memberikan gambaran baru mengenai evolusi salah satu sungai paling penting dalam sejarah peradaban manusia.

Selama ini para ahli mengetahui bahwa Sungai Efrat mengalir sejauh sekitar 2.800 kilometer melintasi Turki, Suriah, dan Irak sebelum bergabung dengan Sungai Tigris menuju Teluk Persia. Namun, bagaimana aliran tersebut terbentuk hingga menyerupai kondisi saat ini masih menjadi pertanyaan besar.

Jawaban atas teka-teki tersebut justru ditemukan di bawah dasar Laut Mediterania. Para peneliti memanfaatkan data seismik yang awalnya digunakan untuk eksplorasi cadangan gas alam di kawasan tersebut.

Melalui teknologi pencitraan bawah permukaan, ilmuwan menemukan jejak saluran sungai kuno yang terkubur selama jutaan tahun. Saluran-saluran tersebut berasal dari masa ketika sebagian besar Laut Mediterania mengalami pengeringan besar-besaran dalam peristiwa yang dikenal sebagai Messinian Salinity Crisis, sekitar lima juta tahun lalu.

Analisis menunjukkan adanya dua sungai besar purba yang mengalir dari wilayah Pegunungan Taurus menuju Mediterania. Kedua sungai tersebut diyakini sebagai nenek moyang Sungai Karasu dan Sungai Murat yang saat ini menjadi bagian penting dari sistem Sungai Efrat.

Perubahan struktur kerak bumi secara perlahan menggeser jalur aliran kedua sungai tersebut ke arah tenggara. Seiring waktu, keduanya bergabung dan membentuk Sungai Efrat modern yang kini menjadi salah satu sumber air terpenting di Timur Tengah.

Menurut para peneliti, penemuan ini memiliki arti lebih dari sekadar menjelaskan sejarah geologi sebuah sungai. Pembentukan Sungai Efrat turut menciptakan dataran subur Mesopotamia yang kemudian menjadi lokasi berkembangnya peradaban awal manusia.

Wilayah yang berada di antara Sungai Efrat dan Sungai Tigris dikenal sebagai Fertile Crescent atau Bulan Sabit Subur. Kawasan ini menjadi tempat berkembangnya pertanian pertama, munculnya kota-kota awal, hingga lahirnya sistem tulisan kuneiform yang mengubah sejarah manusia.

Para ilmuwan menilai bahwa tanpa terbentuknya sistem sungai tersebut, perkembangan peradaban di Mesopotamia kemungkinan akan berlangsung sangat berbeda.

Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana perubahan bentang alam yang terjadi jutaan tahun lalu dapat memberikan dampak besar terhadap perjalanan sejarah manusia. Hubungan antara proses geologi dan perkembangan peradaban menjadi semakin jelas melalui temuan tersebut.

Dengan teknologi pemetaan bawah permukaan yang semakin canggih, para peneliti berharap lebih banyak misteri geologi dunia dapat terungkap, termasuk bagaimana sungai, pegunungan, dan wilayah subur lainnya berperan dalam membentuk kehidupan manusia sejak zaman prasejarah hingga era modern.

Jurnalis : Novita sari

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *