
TandaGlobalNews | Balaton Park – Pembalap Red Bull KTM Tech3, Enea Bastianini, meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan steward MotoGP setelah menerima hukuman dalam balapan MotoGP Hungaria 2026. Rider asal Italia itu menilai sanksi yang dijatuhkan kepadanya terlalu berat dan tidak sebanding dengan insiden yang terjadi di lintasan.
Kontroversi tersebut terjadi saat balapan utama MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park. Bastianini terlibat kontak dengan Joan Mir dalam perebutan posisi di tengah balapan. Race Direction kemudian memutuskan bahwa manuver tersebut layak diganjar long lap penalty karena dianggap menyebabkan insiden yang merugikan pembalap lain.
Namun masalah tidak berhenti sampai di situ. Saat berusaha mengejar ketertinggalan setelah menjalani hukuman pertama, Bastianini memotong chicane dan memperoleh keuntungan waktu. Sesuai regulasi MotoGP, ia diwajibkan mengembalikan setidaknya satu detik dari keuntungan yang diperoleh. Steward menilai prosedur tersebut tidak dilakukan dengan benar sehingga pembalap berjuluk “The Beast” itu kembali dijatuhi penalti tambahan.
Bastianini mengaku tidak memahami alasan hukuman tersebut bisa berkembang menjadi begitu besar. Menurutnya, kontak dengan Mir merupakan bagian dari situasi balapan yang masih wajar dan tidak menyebabkan kecelakaan serius. Ia merasa keputusan steward terlalu keras dibandingkan dampak nyata yang ditimbulkan dari insiden tersebut.
Akibat rangkaian penalti itu, peluang Bastianini untuk meraih hasil positif di Hungaria praktis sirna. Pembalap KTM tersebut kehilangan banyak waktu dan tercecer dari rombongan depan yang sedang bersaing memperebutkan posisi penting. Akhir pekan yang sejak awal berjalan sulit bagi KTM Tech3 pun berakhir dengan hasil yang jauh dari harapan.
MotoGP Hungaria sendiri berlangsung penuh drama. Selain insiden yang melibatkan Bastianini, balapan di Balaton Park juga diwarnai kecelakaan besar pada lap pertama yang melibatkan beberapa pembalap, termasuk Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Serangkaian insiden tersebut membuat keputusan steward kembali menjadi sorotan utama setelah balapan usai.
Perdebatan mengenai konsistensi pemberian hukuman di MotoGP pun kembali mencuat. Sejumlah pembalap dan pengamat menilai Race Direction perlu memiliki standar yang lebih jelas dalam menentukan batas antara insiden balap biasa dan pelanggaran yang pantas mendapat sanksi. Kasus yang menimpa Bastianini di Hungaria menjadi salah satu contoh terbaru yang memicu diskusi tersebut di paddock MotoGP.
Meski kecewa dengan hasil di Hungaria, Bastianini kini harus segera mengalihkan fokus ke seri berikutnya. KTM Tech3 berharap pembalap Italia itu dapat bangkit dan kembali bersaing di papan tengah hingga depan dalam lanjutan musim MotoGP 2026 yang semakin kompetitif.