BKPSDM Kabupaten Kediri Ajak ASN Ambil Peran Nyata Hadapi Perubahan Iklim

Kepala BKPSDM Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira saat membuka Webinar ASN Cerdas Series ke-8 Tahun 2026 bertema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini mengajak ASN berperan aktif dalam upaya menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim. Foto: Istimewa

Tandaglobalnews KEDIRI – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kediri kembali menggelar Webinar ASN Cerdas Series ke-8 Tahun 2026 dengan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang lingkungan hidup, yakni Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Meika Dwi Nastiti M., ST., M.AP., serta penggiat lingkungan hidup dan praktisi pengolahan limbah rumah tangga, Sujiman.

Kepala BKPSDM Kabupaten Kediri, Randy Agatha Sakaira, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa isu perubahan iklim bukan lagi sekadar persoalan global yang terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Dampaknya telah dirasakan secara nyata, mulai dari perubahan pola cuaca, meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, hingga ancaman terhadap sektor pertanian, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

“Sebagai ASN, kita tidak bisa hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi bagian dari solusi melalui kebijakan, program, maupun aktivitas kerja yang mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Randy menjelaskan, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Digitalisasi administrasi untuk mengurangi penggunaan kertas, penghematan energi, pengelolaan sampah yang bijak, hingga pengurangan penggunaan plastik sekali pakai merupakan bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan setiap ASN.

Menurutnya, ASN yang adaptif tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi dan regulasi, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis serta mampu mengintegrasikan aspek lingkungan dalam proses pengambilan keputusan dan pelayanan publik.

“Upaya menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme ASN. ASN yang berdampak adalah ASN yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Meika Dwi Nastiti menyoroti kondisi bumi yang saat ini menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis lingkungan utama, yaitu perubahan iklim (climate change), hilangnya keanekaragaman hayati (biodiversity loss), dan pencemaran (pollution).

Menurutnya, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan memperkuat satu sama lain. Aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca, seperti pembakaran sampah dan penggunaan energi yang tidak efisien, berkontribusi terhadap pemanasan global yang kemudian memicu perubahan iklim.

“Dampak perubahan iklim sebenarnya sudah kita rasakan. Suhu udara semakin panas, pola musim tidak menentu, dan kejadian cuaca ekstrem semakin sering terjadi. Ini menjadi tanda bahwa kondisi bumi saat ini sedang tidak baik-baik saja,” jelasnya.

Meika menekankan bahwa penanganan persoalan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau instansi tertentu. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN, melalui perubahan perilaku dan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Webinar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian ASN terhadap isu lingkungan sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kediri.

Melalui kegiatan ini, BKPSDM Kabupaten Kediri mengajak seluruh ASN untuk mulai bekerja bagi iklim dari lingkungan kerja masing-masing. Sebab, keberhasilan menjaga lingkungan tidak ditentukan oleh besarnya rencana yang dibuat, melainkan oleh konsistensi dalam mewujudkannya melalui tindakan nyata.

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *