
Tandagobalnews KEDIRI – Kondisi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto, Kabupaten Kediri, mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data lapangan, volume sampah yang masuk kini naik hingga lebih dari tiga kali lipat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pak Iswanto, selaku Koordinator Lapangan (Mandor) TPA Sekoto, dalam sebuah wawancara di lokasi kerja.
”Dulu sewaktu awal saya masuk ke sini, volume gelombang sampah itu minimal 30 sampai 40 ton per hari. Tapi sekarang, sampah yang masuk sudah mencapai 140 ton per harinya,” ujar Iswanto.
Sistem Pengolahan dan Asal Sampah
TPA Sekoto beroperasi setiap hari untuk menampung dan mengolah sampah yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Beberapa daerah yang menyumbang pasokan sampah ke TPA ini antara lain Kandangan, Kras, Wates, Plosoklaten, Pare, Brenggolan, hingga Grogol.
Untuk sistem pengelolaannya, Iswanto menjelaskan bahwa setiap truk sampah yang masuk wajib ditimbang terlebih dahulu untuk pendataan. Sampah-sampah tersebut kemudian dikelola melalui beberapa metode :
- Pengomposan: Digunakan untuk mengolah sampah organik.
- Pembakaran Khusus: Digunakan untuk memusnahkan sampah tertentu seperti popok (pampers) dan limbah kain guna mengurangi tumpukan.
- Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle): Pengurangan sampah dibantu oleh program 3R dari desa-desa yang menyetorkan sampah dalam kondisi yang sudah mulai terpilah menggunakan kontainer.

Iswanto juga menambahkan bahwa sampah yang masuk ke TPA Sekoto saat ini didominasi oleh sampah rumah tangga. Untuk limbah dari rumah sakit seperti popok medis dan botol infus, saat ini sudah tidak masuk ke TPA karena telah diolah secara mandiri oleh pihak rumah sakit.
Tantangan Kesadaran Masyarakat dan Pemandangan Unik di TPA
Saat ditanya mengenai tantangan terbesar yang dihadapi oleh petugas pelayanan TPA, Iswanto menegaskan bahwa lonjakan volume sampah yang masif menjadi kendala utama. Hal ini diperparah oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Meskipun aturan mengenai pemilahan sampah sudah ada sejak dulu, pada kenyataannya masih banyak masyarakat, khususnya di area perkotaan, yang belum menerapkannya dengan baik.
Di sisi lain, terdapat pemandangan unik di area TPA Sekoto dengan hadirnya sekawanan kambing milik warga setempat yang dilepasliarkan. Kambing-kambing tersebut sengaja digon (digembalakan) di sana untuk memakan sisa-sisa sampah organik, seperti kulit pisang dan kulit nanas yang berasal dari pasar-pasar induk.
Hingga saat ini, petugas TPA Sekoto terus berupaya memaksimalkan pengelolaan data dan penanganan sampah harian agar tumpukan sampah dapat terus dikurangi meskipun arus pembuangan dari masyarakat terus meningkat.