Goa Surowono Canggu Sepi Pengunjung, Jumlah Wisatawan Turun Drastis Pascapandemi

Tandaglobalnews KEDIRI – Objek wisata Goa Surowono yang berada di kawasan Canggu kini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Kondisi tersebut diungkapkan oleh Samsul, penjaga sekaligus warga sekitar yang sehari-hari mengelola dan menjaga kawasan wisata tersebut.

Menurut Samsul, sebelum pandemi melanda, Goa Surowono menjadi salah satu destinasi yang cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah. Dalam satu minggu, jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 400 hingga 500 orang.

“Kalau sebelum corona, pengunjung bisa mencapai 400 sampai 500 orang per minggu,” ujar Samsul saat ditemui di lokasi.

Namun, kondisi tersebut berubah drastis setelah pandemi. Saat ini, jumlah pengunjung yang datang ke Goa Surowono hanya berkisar empat orang dalam satu minggu. Penurunan tersebut berdampak pada aktivitas wisata yang jauh lebih sepi dibandingkan beberapa tahun lalu.

Selain penurunan jumlah pengunjung, sistem retribusi yang sebelumnya diberlakukan juga mengalami perubahan. Jika dahulu terdapat tiket masuk bagi wisatawan yang berkunjung, kini pengelola tidak lagi menerapkan tarif masuk resmi.

Sebagai gantinya, pengunjung yang datang hanya disediakan kotak donasi dan dipersilakan memberikan sumbangan secara sukarela sesuai keikhlasan masing-masing.

“Kini tidak ada tiket masuk. Pengunjung hanya bisa mengisi kotak seikhlasnya,” kata Samsul.

Meski jumlah wisatawan menurun, Goa Surowono masih menyimpan daya tarik tersendiri. Suasana alam yang asri, sumber mata air yang jernih, serta nuansa sejuk di sekitar kawasan goa menjadi potensi wisata yang masih dapat dikembangkan untuk menarik kembali minat pengunjung.

Warga sekitar berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk membantu promosi dan pengembangan kawasan wisata tersebut sehingga Goa Surowono dapat kembali menjadi destinasi yang ramai dikunjungi seperti sebelum pandemi.

“Dulu ramai, sekarang jauh berkurang. Kami berharap wisata ini bisa kembali dikenal masyarakat dan ramai dikunjungi,” tutup Samsul.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *