Cuaca dan Harga Menjadi Tantangan
Meski memiliki potensi pertanian, petani masih menghadapi kendala berupa ketergantungan pada hujan dan ketidakpastian harga hasil panen.
“Terus yang kedua yang kita memang tidak bisa lakukan itu adalah yang kemunculan itu adalah terkait dengan harga, ya. Harga. Itu yang membuat kita tidak bisa mengelak,” ungkap Sunardi.
Ia menilai petani muda memiliki semangat dan kemauan belajar yang tinggi untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. Namun, harga saat panen tetap sulit diprediksi sehingga berpengaruh terhadap pendapatan petani.
Persiapan Kegiatan dan Harapan Desa
Selain mengembangkan sektor ekonomi, pemerintah desa tengah mempersiapkan kegiatan pada 24–25 Oktober 2026. Menurut Sunardi, persiapan telah dilakukan sejak satu hingga dua bulan sebelumnya, termasuk menyatukan visi para pihak yang terlibat.
Jumlah peserta diperkirakan mencapai 30 tim, terdiri atas 27 tim dan tiga tim dari unsur instansi. Pada 24 Oktober dijadwalkan pemeriksaan teknis atau check sound, sedangkan 25 Oktober menjadi hari utama kegiatan. Titik awal direncanakan berada di sekitar Dusun Parangagung dengan titik akhir di kawasan Jomplang.
Sunardi berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendukung kemajuan desa.
“Ya, mungkin bukan hanya target, itu ya keinginan semua warga, ya. Bagaimana kita berkeinginan bukan hanya di Asmorobangun, semua desa, mungkin desa-desa nembak ya kan juga sama. Nggih. Ingin juga maju,” kata Sunardi.
Ke depan, penguatan pertanian, dukungan terhadap peternakan, serta kerja sama masyarakat diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Desa Asmorobangun yang lebih maju dan mandiri.



















Tinggalkan Balasan