


KEDIRI, Tandaglobal.news — Puluhan pelajar tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Kediri mengikuti lomba melukis bertema budaya Panji di Museum Sri Aji Jayabaya, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas sekaligus mengenal lebih dekat budaya Panji yang merupakan salah satu warisan budaya Nusantara dari Jawa Timur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan kegiatan seni dan budaya seperti lomba melukis dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk mengekspresikan diri sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya lokal.
“Tujuan kegiatan ini memberikan ruang kepada generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya. Di sisi lain, kami ingin mereka memiliki rasa memiliki dan pemahaman terhadap budaya lokal, khususnya budaya Panji,” ujar Mustika, Sabtu (26/9/2026).
Budaya Panji berkembang dalam berbagai bentuk ekspresi seni, mulai dari sastra, seni rupa, seni lukis, seni pahat hingga berbagai bentuk kesenian lainnya.
Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan budaya Panji.
Dalam lomba tersebut, peserta mendapatkan tema yang berkaitan dengan kebudayaan Panji untuk dituangkan ke dalam karya lukis.
Sebanyak 35 peserta berasal dari tingkat SMP, sedangkan 15 peserta lainnya merupakan siswa MTs dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri.
Mustika menilai keterlibatan pelajar dalam kegiatan budaya menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
“Generasi muda jangan sampai melupakan jati diri bangsa di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Justru mereka harus ikut berperan dalam merawat dan melestarikan warisan budaya yang kita miliki,” jelasnya.
Selain menggelar lomba, Pemerintah Kabupaten Kediri juga terus mengembangkan fasilitas pendukung kegiatan seni dan budaya.
Salah satunya melalui revitalisasi amphitheater yang ditargetkan selesai pada November dan dapat digunakan pada Desember sebagai ruang terbuka untuk berekspresi.
Pengembangan juga diarahkan pada penataan Museum Bhagawanta Bhari agar semakin mendukung pengenalan sejarah dan budaya sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Kediri.
Menurut Mustika, keberadaan ruang seni, museum, dan berbagai kegiatan budaya diharapkan dapat memberikan lebih banyak kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal serta mengembangkan kreativitasnya.
“Kami terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dikemas dengan bentuk yang menarik, sehingga semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam kegiatan kebudayaan,” pungkasnya.
Melalui lomba lukis tersebut, budaya Panji tidak hanya diperkenalkan melalui materi sejarah, tetapi juga diterjemahkan oleh pelajar melalui karya seni.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan generasi muda dengan kekayaan budaya yang berkembang di Kabupaten Kediri.



















Tinggalkan Balasan