BATANG, Tandaglobal.news — Badan Gizi Nasional (BGN) menonaktifkan kepala dapur dan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah ratusan orang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG tersebut saat ini dikenai suspend berat selama 30 hari.

Namun, status penghentian operasional itu masih dapat berkembang menjadi penutupan permanen apabila hasil investigasi menemukan pelanggaran yang memenuhi ketentuan.

Kepala KPPG Semarang BGN, Hadiriajaya, mengatakan kepala dapur SPPG langsung dinonaktifkan setelah kasus tersebut terjadi.

Sementara itu, kegiatan operasional dapur dihentikan untuk menjalani proses investigasi.

“Untuk kepala dapur, ya, langsung kita nonaktifkan, kemudian dapur tidak operasional, di-suspend. Apalagi sampai dampak seperti ini, mungkin suspend berat ke arah suspend permanen nanti,” kata Hadiriajaya.

Menurut Hadiriajaya, keputusan mengenai kemungkinan penutupan permanen belum ditetapkan.

BGN masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi dapur serta menunggu hasil investigasi.

Sebelumnya, Pemkab Batang menemukan sejumlah kondisi dapur yang dinilai belum memenuhi standar.

Pemeriksaan awal BGN juga menemukan indikasi proses pengolahan makanan dilakukan lebih awal dari ketentuan SOP.

Dari pemeriksaan rekaman CCTV, proses pengolahan makanan disebut telah dimulai sekitar pukul 19.30 WIB.

Padahal, berdasarkan SOP yang disampaikan BGN, pengolahan seharusnya dilakukan setelah pukul 02.00 WIB.

Temuan tersebut menjadi bagian dari investigasi untuk melihat kemungkinan kaitannya dengan dugaan keracunan.