KEDIRI, Tandaglobal.news — Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai menjadi pilihan sebagian pembeli di Pasar Pahing, Kota Kediri. Sejumlah pedagang kini menyediakan barcode QRIS untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin melakukan transaksi tanpa menggunakan uang tunai, Kamis (24/9/2026).

Andik, salah seorang pedagang di Pasar Pahing Kota Kediri, mengatakan dirinya mulai menyediakan QRIS karena sudah ada pembeli yang menanyakan pembayaran secara non-tunai.

Kehadiran barcode tersebut menjadi alternatif bagi konsumen selain pembayaran menggunakan uang cash.

“Pembeli sudah ada yang menanyakan apakah bisa menggunakan QRIS.

Karena ada yang membutuhkan, kami menyediakan pembayaran melalui QRIS,” kata Andik.

Menurut Andik, penggunaan QRIS memberikan kemudahan dalam transaksi sekaligus membuat pembayaran lebih aman.

Pedagang tidak perlu menerima uang secara langsung dari pembeli sehingga risiko mendapatkan uang palsu dapat diminimalkan.

Selain itu, transaksi melalui QRIS juga membuat pedagang terhindar dari uang yang rusak atau sobek.

Pembayaran dilakukan secara digital sehingga tidak ada uang fisik yang berpindah tangan dalam transaksi tersebut.

“Lebih aman menggunakan QRIS karena kami tidak menerima uang palsu.

Uang yang rusak atau sobek juga tidak menjadi persoalan,” ujarnya.

Meski demikian, pembayaran secara tunai masih mendominasi transaksi di Pasar Pahing.

Sebagian besar pembeli masih menggunakan uang cash karena metode tersebut sudah menjadi kebiasaan masyarakat ketika berbelanja di pasar tradisional.

Andik menyebut penggunaan QRIS belum sepenuhnya merata di kalangan pembeli.

Namun, keberadaan pembayaran digital mulai memberikan pilihan baru bagi konsumen yang terbiasa menggunakan transaksi non-tunai.

“Untuk sekarang masih lebih banyak yang menggunakan cash.

QRIS sudah mulai digunakan, tetapi belum semua pembeli terbiasa,” jelasnya.

Penggunaan QRIS juga berlangsung ketika harga sejumlah bahan pangan mengalami perubahan.

Beberapa komoditas mengalami kenaikan, antara lain cabai keriting yang mencapai Rp50.000 per kilogram dan cabai rawit yang berada di angka Rp75.000 per kilogram.

Menurut Andik, kenaikan harga sejumlah bahan pangan turut memengaruhi volume pembelian masyarakat.

Ketika harga naik, sebagian konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli sehingga penjualan pedagang ikut terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, QRIS menjadi salah satu fasilitas yang disediakan pedagang untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen.

Pembayaran digital tersebut berjalan berdampingan dengan transaksi tunai yang masih menjadi pilihan utama pembeli di Pasar Pahing Kota Kediri.

Andik berharap penggunaan QRIS di pasar tradisional semakin dikenal masyarakat.

Menurutnya, pembayaran digital dapat menjadi alternatif transaksi yang aman bagi pembeli maupun pedagang, tanpa menghilangkan pilihan pembayaran tunai yang masih banyak digunakan.