Sementara itu, beberapa jenis seperti montong, duri hitam dan musang king dijual berdasarkan berat per kilogram.

Jannah mengatakan dirinya telah menjalankan usaha penjualan durian selama kurang lebih sembilan tahun.

Selama itu, ia memiliki pelanggan tetap sehingga penjualan relatif stabil, termasuk pembeli yang datang dari luar daerah.

“Pernah ada pembeli yang datang langsung dari Makassar. Kebanyakan memang sudah punya langganan, tetapi karakter pembelinya macam-macam, itu yang menjadi tantangan dalam berjualan,” ujarnya.

Untuk menjaga kepercayaan pembeli, Jannah memberikan garansi apabila durian yang dibeli ternyata masih mentah atau rasanya anyir dan tidak manis.

Durian yang sudah matang juga harus segera terjual karena tidak dapat disimpan terlalu lama.

“Durian itu tidak tahan lama. Kalau sudah sekitar dua hari bisa membelah sendiri dan rasanya menjadi hambar. Jadi memang harus cepat habis,” jelasnya.

Selain menjual durian, Jannah juga menyediakan sejumlah bibit tanaman, seperti bawang merah, cengkeh, alpukat dan petai.

Pada musim durian, warga di wilayah tersebut juga kerap menggelar kegiatan makan durian sepuasnya dengan harga sekitar Rp100.000 per orang, meski pelaksanaannya masih dalam skala internal.