KEDIRI, Tandaglobal.news — Musim durian di wilayah Dusun Laharpang, Desa Puncu, Kabupaten Kediri, mulai memasuki tahap awal. Meski belum mencapai puncak musim, aktivitas penjualan durian mulai meningkat seiring panen yang berlangsung secara bertahap, Kamis (24/9/2026).

Jannah (33), pedagang durian asal Dusun Laharpang, mengatakan panen durian tidak berlangsung setiap saat.

Setelah satu kali panen, petani biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum buah kembali siap dipanen.

Menurut Jannah, durian yang dijualnya diperoleh melalui sistem tebasan langsung dari kebun maupun petani lokal.

Musim durian di wilayah tersebut umumnya berlangsung sekitar enam hingga tujuh bulan dalam satu tahun, mulai sekitar September hingga Maret.

“Sekarang masih awal musim, belum sampai 100 persen. Panennya bertahap, setelah panen biasanya ada jeda sekitar satu bulan baru bisa panen lagi,” kata Jannah.

Pada awal musim, penjualan rata-rata mencapai sekitar 100 buah per hari.

Jumlah tersebut dapat meningkat tajam ketika musim memasuki puncaknya, bahkan mencapai sekitar 1.000 buah dalam sehari.

Durian yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari durian lokal, premium, duri hitam, montong hingga musang king.

Varietas premium, duri hitam dan montong menjadi beberapa jenis yang paling banyak diminati pembeli.

Harga durian lokal dipatok mulai Rp20.000 per buah.

Sementara itu, beberapa jenis seperti montong, duri hitam dan musang king dijual berdasarkan berat per kilogram.

Jannah mengatakan dirinya telah menjalankan usaha penjualan durian selama kurang lebih sembilan tahun.

Selama itu, ia memiliki pelanggan tetap sehingga penjualan relatif stabil, termasuk pembeli yang datang dari luar daerah.

“Pernah ada pembeli yang datang langsung dari Makassar. Kebanyakan memang sudah punya langganan, tetapi karakter pembelinya macam-macam, itu yang menjadi tantangan dalam berjualan,” ujarnya.

Untuk menjaga kepercayaan pembeli, Jannah memberikan garansi apabila durian yang dibeli ternyata masih mentah atau rasanya anyir dan tidak manis.

Durian yang sudah matang juga harus segera terjual karena tidak dapat disimpan terlalu lama.

“Durian itu tidak tahan lama. Kalau sudah sekitar dua hari bisa membelah sendiri dan rasanya menjadi hambar. Jadi memang harus cepat habis,” jelasnya.

Selain menjual durian, Jannah juga menyediakan sejumlah bibit tanaman, seperti bawang merah, cengkeh, alpukat dan petai.

Pada musim durian, warga di wilayah tersebut juga kerap menggelar kegiatan makan durian sepuasnya dengan harga sekitar Rp100.000 per orang, meski pelaksanaannya masih dalam skala internal.