



KEDIRI, Tandaglobal.news — Sumber Dawung di Dusun Pranggang Barat, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, tidak hanya dikenal sebagai mata air yang masih mengalir hingga sekarang. Di kawasan tersebut juga terdapat bangunan lama yang diyakini berkaitan dengan pengelolaan sumber air pada masa kolonial.
Bangunan tersebut berbentuk kotak dan berada tepat di area keluarnya mata air.
Struktur bangunannya terbuat dari material yang hingga kini masih terlihat kokoh.
Meski telah berusia sangat lama, keberadaannya masih dapat dijumpai dan menjadi bagian dari kawasan Sumber Dawung.
Ansor, selaku RT setempat, Selasa (15/9/2026), mengatakan berdasarkan cerita yang diketahui masyarakat, bangunan tersebut dibuat oleh orang Belanda pada masa lampau sebagai fasilitas penampungan sekaligus tempat keluarnya air dari dalam tanah.
“Bangunan ini sudah ada sejak zaman dahulu. Bentuknya seperti kotak dan dulu digunakan sebagai tempat penampungan serta keluarnya air dari sumber,” ujarnya.
Pada bagian bangunan terdapat saluran pipa air.
Dahulu terdapat dua buah pipa yang digunakan untuk mengalirkan air dari sumber.
Namun, salah satu pipa yang berada di sisi barat atau kiri kini sudah terlepas, sementara struktur bangunannya masih bertahan.
Air dari sumber tersebut kemudian mengalir ke bagian bawah dan masih dapat dimanfaatkan masyarakat hingga saat ini.
Keberadaan bangunan lama itu juga menjadi penanda bahwa Sumber Dawung telah dimanfaatkan sejak masa lampau.
Tidak hanya bangunan utama, di bagian bawah kawasan tersebut juga terdapat struktur yang oleh masyarakat dikenal sebagai bungker.
Struktur tersebut menjadi bagian lain dari peninggalan lama yang masih berada di sekitar sumber mata air.
Meski mengalami perubahan dan perkembangan lingkungan, masyarakat setempat tetap berupaya menjaga keberadaan bangunan tersebut.
Perawatan dilakukan secara sederhana agar struktur lama tidak terbengkalai dan tetap dapat dilihat oleh generasi berikutnya.
“Kami tetap menjaga dan merawatnya. Bangunan ini sudah menjadi bagian dari Sumber Dawung dan juga menjadi peninggalan yang ada di lingkungan sini,” lanjutnya.
Keberadaan bangunan lama tersebut berpadu dengan kondisi Sumber Dawung yang masih alami.
Air keluar langsung dari tanah dan dikenal jernih serta tidak berbau.
Di sekelilingnya terdapat pepohonan yang membuat kawasan sumber terasa sejuk.
Masyarakat hingga kini masih memanfaatkan kawasan Sumber Dawung untuk berbagai aktivitas, seperti mandi, mencuci, bermain air, berenang hingga bersantai.
Pengunjung dari luar wilayah juga sesekali datang, terutama saat liburan.
Bagi masyarakat Pranggang, keberadaan bangunan lama di Sumber Dawung bukan sekadar struktur fisik.
Bangunan tersebut menjadi bagian dari perjalanan sumber mata air yang sejak dahulu memiliki peran bagi kehidupan warga dan hingga kini masih bertahan di tengah perubahan zaman.




















Tinggalkan Balasan