NEW DELHI, Tandaglobal.news — Presiden menghadiri sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang mempertemukan negara-negara anggota serta berbagai negara mitra BRICS di New Delhi, Republik India, pada 13 September 2026.

Dalam forum tersebut, Presiden menyampaikan pandangan mengenai pentingnya memperkuat persatuan negara-negara Global South dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dunia. Menurut Presiden, negara-negara berkembang perlu memiliki suara yang semakin kuat dalam menentukan arah pembangunan global sekaligus ikut berperan membentuk masa depan dunia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Presiden menilai persatuan dan kerja sama antarnegara Global South semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat internasional. Negara-negara berkembang tidak hanya perlu menjadi bagian dari proses pembangunan global, tetapi juga memiliki posisi yang semestinya dalam menentukan agenda dan arah pembangunan tersebut.

Dalam pidatonya, Presiden turut menyoroti target tahun 2030 yang menjadi batas waktu bagi masyarakat internasional untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dengan semakin dekatnya tenggat pencapaian SDGs, Presiden menekankan bahwa komitmen bersama untuk mencapai berbagai tujuan pembangunan tidak boleh melemah. Negara-negara BRICS dan negara mitranya dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan agenda pembangunan, terutama dalam menghadapi persoalan kemiskinan, perlindungan lingkungan, serta penguatan institusi.

Presiden menegaskan bahwa upaya mengentaskan kemiskinan harus tetap menjadi salah satu perhatian utama dalam agenda pembangunan. Pembangunan yang berkelanjutan, menurutnya, perlu memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, terutama kelompok dan negara yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Selain persoalan kemiskinan, perlindungan terhadap bumi juga menjadi bagian penting dari komitmen bersama. Pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan agar kemajuan yang dicapai saat ini tidak mengorbankan kehidupan generasi mendatang.

Presiden juga menekankan pentingnya membangun dan memperkuat institusi. Institusi yang kuat diperlukan untuk mendukung tata kelola pembangunan yang lebih efektif sekaligus menciptakan lingkungan yang mampu mendorong terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan.

Dalam konteks tersebut, kerja sama negara-negara BRICS dipandang memiliki arti strategis. Komitmen bersama yang dibangun melalui forum BRICS diharapkan dapat memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam menghadapi berbagai persoalan global sekaligus memperluas ruang kerja sama untuk mencapai tujuan pembangunan bersama.

Persatuan suara Global South juga dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk tatanan pembangunan dunia yang lebih inklusif. Negara-negara berkembang diharapkan dapat terus memperkuat kerja sama dan menyampaikan kepentingan bersama agar pembangunan global tidak hanya berorientasi pada kepentingan sebagian pihak, tetapi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dunia secara lebih luas.

Presiden menegaskan bahwa momentum menuju tahun 2030 harus dimanfaatkan untuk memperkuat kembali komitmen terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Berbagai tantangan yang masih dihadapi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengurangi komitmen, melainkan menjadi dorongan untuk meningkatkan kerja sama dan memperkuat langkah bersama.

Melalui forum KTT BRICS ke-18, Presiden juga mendorong agar negara-negara berkembang dapat ditempatkan pada posisi yang semestinya dalam proses pembangunan dunia. Dengan kerja sama yang semakin kuat, negara-negara Global South diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam menciptakan masa depan yang tangguh, berkelanjutan, damai, dan sejahtera.

Pada akhirnya, Presiden menekankan bahwa pencapaian pembangunan bukan hanya mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, menjaga bumi, memperkuat institusi, serta memastikan terciptanya perdamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dunia.

Kehadiran Presiden dalam sesi terbuka KTT ke-18 BRICS di New Delhi menjadi bagian dari upaya memperkuat suara dan kerja sama negara-negara Global South dalam menghadapi tantangan pembangunan global sekaligus menjaga komitmen bersama menuju pencapaian SDGs 2030.