KEDIRI, Tandaglobal.news — Penyaluran bantuan pangan berupa beras di Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, masih diwarnai persoalan data desil yang menjadi salah satu penentu kelayakan penerima bantuan.

Pemerintah desa menemukan warga yang dinilai masih membutuhkan bantuan, tetapi tidak dapat menerima karena tercatat berada di luar ketentuan desil penerima, Senin (14/9/2026).

Kepala Desa Sidomulyo, Sumilah, mengatakan masyarakat menyambut baik penyaluran bantuan pangan tersebut.

Namun, pemerintah desa menemukan sejumlah warga yang secara kondisi masih membutuhkan bantuan, tetapi data mereka tercatat masuk desil di atas empat.

“Warga yang mendapatkan bantuan tentu sangat senang. Tetapi kendalanya sekarang terkait data desil. Ada warga yang menurut kondisi di lapangan masih layak menerima, tetapi dalam data tercatat masuk desil di atas empat,” kata Sumilah.

Menurut Sumilah, pemerintah desa tidak dapat memberikan bantuan kepada warga yang tidak masuk dalam kriteria penerima sesuai data yang telah ditetapkan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah desa berada dalam posisi sulit ketika menemukan warga yang secara kondisi dinilai masih membutuhkan bantuan.

Ia berharap pihak yang memiliki kewenangan dalam pendataan dapat melakukan evaluasi dan pembaruan data secara berkala.

Dengan demikian, data penerima bantuan diharapkan lebih sesuai dengan kondisi masyarakat sebenarnya.

“Semoga nanti ada evaluasi terkait desil. Karena ada warga yang seharusnya masuk kriteria penerima, tetapi datanya justru berada di desil yang lebih tinggi. Ini menjadi permasalahan yang kami temui di wilayah,” jelasnya.

Penyaluran bantuan pangan di Desa Sidomulyo dilakukan selama dua hari.

Pada hari pertama, pemerintah desa menargetkan sekitar 50 persen dari total penerima untuk mengambil bantuan, kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya.

Setiap warga yang terdaftar sebagai penerima mendapatkan tiga sak beras.

Masing-masing sak berisi 10 kilogram sehingga total bantuan yang diterima setiap warga mencapai 30 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September.

Salah seorang penerima bantuan, Alfis Sanatin, mengaku bersyukur dan senang mendapatkan bantuan pangan tersebut.

Ia mengatakan proses pengambilan bantuan tidak terlalu rumit karena warga cukup membawa KTP, KK, dan undangan dari desa.

“Alhamdulillah, senang. Saya mendapatkan 30 kilogram beras atau tiga sak. Persyaratannya membawa KTP, KK, dan undangan dari desa, jadi tidak terlalu ribet,” ujar Alfis.

Alfis berharap program bantuan pangan seperti itu dapat terus berlanjut sehingga masyarakat kembali mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Semoga selanjutnya masih ada bantuan seperti ini lagi,” harapnya.

Pemerintah Desa Sidomulyo berharap evaluasi terhadap data penerima dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Pembaruan data dinilai penting agar bantuan berikutnya dapat diterima masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan.