JAKARTA, Tandaglobal.news — Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah masih melakukan pembenahan terhadap Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial.
Mengutip unggahan Instagram resmi Kementerian Sosial RI (@kemensosri), Rabu (9/9/2026), Saifullah menjelaskan bahwa pembagian masyarakat berdasarkan desil tidak secara otomatis menentukan seseorang akan menerima bantuan sosial.
Ia mencontohkan masyarakat yang berada di desil 4 belum tentu mendapatkan bantuan. Sebaliknya, masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan juga masih dapat tercatat dalam desil yang lebih tinggi sehingga berpotensi mengalami penghentian bantuan.
“Misalnya ada yang di desil 4 belum tentu dapet bantuan. Juga tiba-tiba kalau ada orang yang memang tidak mampu tapi berada di desil 10 terus kemudian bantuannya diputus, itu semua masih dalam proses, bisa untuk diperbaiki, dimuktahirkan,” ujar Saifullah.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi data dan bukan berarti terdapat pihak yang melakukan kesalahan.
Pemerintah masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki dan memperbarui data berdasarkan kondisi terbaru masyarakat.
“Nah untuk itu ini tidak ada yang salah, ini memang bagian dari proses konsolidasi data dan kita punya komitmen untuk memperbaiki data ini. Maka saya yakin akhir tahun nanti data kita akan lebih akurat,” lanjutnya.
Saifullah juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam proses pemutakhiran DTSEN.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar data sosial dan ekonomi yang digunakan pemerintah dapat menggambarkan kondisi sebenarnya.
Dengan pembaruan tersebut, pemerintah berharap data penerima bantuan sosial ke depan menjadi lebih akurat sehingga bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.




















Tinggalkan Balasan