Antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi.

Haidir menyebut para petani dan stakeholder yang hadir tidak hanya melihat langsung berbagai peralatan yang dipamerkan, tetapi juga aktif menggali informasi mengenai fungsi serta cara pengoperasiannya.

“Peserta tidak sekadar melihat produk yang diperkenalkan, tetapi aktif bertanya dan mempelajari cara penggunaannya,” terangnya.

Haidir berharap kegiatan semacam ini dapat meningkatkan pemahaman petani mengenai manfaat penerapan teknologi.

Ia juga mendorong mekanisasi mulai dipandang sebagai investasi untuk pengembangan pertanian dalam jangka panjang.

Selain petani, keterlibatan generasi muda juga dinilai penting.

Haidir berharap anak-anak muda, termasuk lulusan perguruan tinggi, tidak ragu terjun ke sektor pertanian dan membawa pengetahuan serta inovasi baru untuk mengembangkan usaha pertanian.

“Kita harapkan anak-anak muda yang lulus sarjana nanti bisa mengembangkan pertanian semakin maju,” bebernya.

Ia menambahkan, pertanian juga memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.

Sektor ini dinilai tetap memiliki peran penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Dia mencontohkan kondisi ketika terjadi krisis ekonomi.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki daya tahan karena produk yang dihasilkan tetap dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau kita flashback ke belakang, saat ekonomi krisis pertanian tidak ada krisis, karena pertanian hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.