KEDIRI, Tandaglobal.news Menjelang datangnya musim tanam, sejumlah penjual lanjaran bambu mulai meningkatkan produksi dan menyiapkan stok sejak jauh-jauh hari. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan petani terhadap lanjaran yang digunakan sebagai penyangga atau media panjat berbagai tanaman.

Mahfud, penjual lanjaran asal Plosoklaten, mengatakan persiapan stok dilakukan karena kebutuhan lanjaran biasanya meningkat ketika musim tanam mulai berlangsung.

Petani membutuhkan lanjaran secara bersamaan, terutama untuk tanaman seperti cabai, tomat, mentimun, hingga kacang panjang.

“Sekarang memang belum terlalu ramai, tetapi stok harus mulai disiapkan. Nanti ketika musim tanam sudah masuk, petani biasanya membutuhkan lanjaran dalam jumlah banyak,” ujar Mahfud, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, membangun stok sejak awal juga menjadi cara untuk menghindari kekurangan barang ketika permintaan mencapai puncaknya.

Sebab, proses membuat lanjaran bambu tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan beberapa tahapan, mulai dari memilih bambu, memotong, membelah, hingga membentuknya menjadi lanjaran siap digunakan.

Produksi secara bertahap dinilai lebih efisien karena pekerjaan tidak menumpuk ketika pembeli mulai berdatangan.

Selain itu, penjual masih memiliki waktu untuk memilih bahan bambu yang berkualitas sehingga lanjaran yang dijual tetap memiliki daya tahan dan ukuran yang sesuai kebutuhan petani.

“Kalau menunggu musim tanam ramai baru membuat, bisa kewalahan. Makanya dari sekarang dicicil supaya saat permintaan naik barang sudah siap,” katanya.

Berdasarkan pantauan di wilayah Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, beberapa penjual juga terlihat mulai menumpuk dan menyiapkan lanjaran bambu untuk dijual.

Persediaan sengaja dipersiapkan meski permintaan saat ini belum terlalu ramai.

Lanjaran bambu sendiri menjadi salah satu perlengkapan yang cukup dibutuhkan petani, khususnya untuk tanaman yang memerlukan penyangga atau tempat merambat.

Tingginya kebutuhan pada waktu tertentu membuat ketersediaan stok menjadi hal penting bagi pedagang maupun petani.

Dengan persediaan yang dipersiapkan lebih awal, penjual juga dapat menjaga ketersediaan barang sekaligus mempertahankan harga agar tetap stabil dan bersaing.

Bagi petani, kondisi tersebut memudahkan mereka mendapatkan lanjaran ketika memasuki masa tanam tanpa harus menunggu produksi baru.

Mahfud berharap musim tanam mendatang dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan lanjaran dari kalangan petani ikut meningkat.

Bagi penjual, persiapan stok sejak sekarang menjadi bentuk antisipasi sekaligus upaya menjaga kelancaran usaha ketika permintaan mulai melonjak.